Fadli Zon nilai penggusuran rakyat miskin Luar Batang arogan
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai ada arogansi pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam penggusuran di kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Menurutnya, resistensi warga menunjukkan ada proses komunikasi yang buruk antara pemerintah daerah dengan warga.
"Pembongkaran itu kebijakan yang sangat sensitif, Pemkot Jakarta jangan sampai arogan dalam pendekatannya," kata Fadli dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/4).
Wakil ketua umum Partai Gerindra ini menganggap resistensi muncul pasti karena ada ketidakadilan dan komunikasi yang buruk. Dia mempertanyakan apakah sudah ada tindakan yang adil yang diterima 4.929 jiwa atas penggusuran ini.
"Penggusuran ini jelas melukai hati rakyat," tuturnya.
Kalaupun ada rencana relokasi, belum tentu lingkungan mendukung fasilitas sekolah dan ladang mencari pekerjaan. Dia berharap jangan sampai memunculkan permasalahan lain yang lebih kompleks.
"Tugas Pemkot menurunkan kemiskinan. Kalau begini bisa jadi bukan menggusur kemiskinan tapi menggusur rakyat miskin," ujarnya.
Cara cara yang ditempuh oleh Pemprov DKI Jakarta dalam pembongkaran juga berlebihan menurutnya. Dengan mengerahkan 4.218 aparat gabungan warga pasti terintimidasi.
"Harus dijelaskan pula secara gamblang akan dijadikan apa wilayah tersebut? Rencananya jangan ada yang ditutup tutupi," ungkapnya.
Padahal, menurut Fadli, Kampung Luar Batang salah satu perkampungan tertua di Jakarta. Banyak dimensi budaya di sana, sehingga Pemprov DKI Jakarta seharusnya mengkaji lebih komprehensif.
Jangan sampai ada situs budaya yang hancur dan warga yang terampas hak hak dasarnya atas pembongkaran ini.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya