Enam bulan berlatih silat Cingkrik Rawa Belong
Merdeka.com - Silat Cingkrik menjadi salah satu warisan budaya Betawi. Silat aliran ini tumbuh dan berkembang di jantung Jakarta, Rawa Belong. Melihat pendekar Betawi beraksi silat Cingkrik seperti seseorang menari. Namun jurusnya justru mematikan lawan.
Pemilik sanggar Kusuma Maen Pukul Cingkrik, Samin menjelaskan, Cingkrik tidak hanya tumbuh dan berkembang di Rawa Belong. Aliran silat jenis ini berkembang di beberapa daerah dengan jurus berbeda pula.
"Bedanya itu biasanya dari jurus membuka gerakan. Masing-masing dia punya awal yang berbeda. Ada yang awalnya masang pukul, dan lainnya. Itu tergantung siapa yang bawa,” kata Samin sambil memperagakan beberapa gerakan pembuka yang berbeda-beda.
Cingkrik yang dipelajarinya, terdiri dari 12 jurus dengan beberapa gerak langkah. Menurutnya, yang dipelajarinya sudah sangat lengkap. Hampir semua gerakan silat ada di dalamnya. Tidak heran jika cingkrik diminati dan berkembang. Tidak hanya ke pelosok nusantara tapi sampai ke luar negeri.
"Untuk saat ini, Cingkrik Rawa Belong saat ini banyak sudah kemana-mana, sudah meluas sampai ke luar negeri juga ada. Ke Malaysia juga udah ada," ujar Samin.
Salah satu faktor yang membuat silat Cingkrik berkembang adalah singkatnya waktu mempelajari silat ini. Jurus-jurus cingkrik Rawa Belong bisa dipelajari dalam kurun waktu enam bulan dengan intensitas latihan teratur. Cingkrik bisa dipelajari lebih cepat bagi seseorang yang memiliki dasar keahlian bela diri.
"Sebentarnya paling 2-3 bulan kalau sudah menguasai jurus. Kalau yang mulai dari nol ya biasanya bisa 6 bulan dengan latihan rutin. Kalau hanya asal bisa, sebulan bisa. Itu kalau asal bisa," jelas Bang Samin.
Silat cingkrik Rawa Belong dan pencak silat lainnya sesungguhnya mengajarkan untuk membangun kembali seni budaya betawi sekaligus sarana mengenang perjuangan para pendekar dan pahlawan yang gugur dalam perang melawan penjajah Belanda.
"Intinya mau ngebangun seni budaya betawi, karena dulu kita melihat Bang Pitung itu seorang pahlawan betawi yang berani melawan kompeni Belanda,” tandasnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya