Empat bulan pimpin Jakarta, Ahok lihat ada PNS DKI remehkan dirinya
Merdeka.com - Meski sudah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sekitar empat bulan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa masih ada PNS DKI Jakarta yang meremehkan kinerjanya meski dirinya telah melakukan perombakan besar selama memimpin Ibukota.
Ahok mengaku tidak segan melakukan evaluasi kinerja hingga memecat bawahannya. "Masih ada yang menganggap remeh saya. Dia pikir saya tidak berani pecat dia, itu saja evaluasinya," ungkap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/3).
Walaupun begitu, Ahok akan membiarkan sikap para oknum PNS DKI tersebut, meski pengawasan tetap dilakukan. "Tidak apa-apa, pure dulu saja, aku orang sabar kok," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Agus Suradika mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mempersiapkan untuk melakukan evaluasi kerja. Namun, dia menegaskan, belum ada PNS DKI Jakarta yang distafkan.
"Sepanjang April kami evaluasi. Kami melihatnya dari absensi, soalnya kalau kinerja belum jalan ya. Karena APBD-nya juga belum disahkan," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/3).
Ahok selalu mengancam akan menstafkan PNS DKI Jakarta. Namun, Agus menegaskan, sampai saat ini belum ada kinerja pegawai daerah yang buruk.
"Belum ada yang distafkan. Tapi yang mundur itu ada. Yang mau mundur itu banyak. Itu implikasinya luas, makanya kami berikan pembinaan," terangnya.
Mantan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta ini menjelaskan, kebanyakan yang meminta mundur berasal dari eselon IV. Mereka rata-rata menduduki posisi Kepala Seksi.
"Karena merasa enggak cocok. Kaget lah. Esselon IV misalnya mereka bekerja di Kasie sekolah, terus mereka kaget. Tapi sudah kami kasih pembinaan," tutup Agus.
(mdk/siw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya