DPRD DKI Soroti Pemprov Tambah RS Rujukan Covid-19 Tanpa Pencegahan Maksimal
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menambah kapasitas rumah sakit rujukan hadapi lonjakan kasus positif Covid-19. Namun, langkah ini dinilai tidak tepat tanpa ada upaya pencegahan.
Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak mengatakan menambah kapasitas bukan solusi terbaik. Sebab, menambah rumah sakit rujukan selaras dengan penambahan alat medis yang mendukung. Untuk hal itu, Gilbert mengatakan, tidak butuh waktu cepat.
"Pencegahan lebih penting dari segi efektivitas, biaya, keselamatan dan lain-lain. Tidak mungkin bangun rumah sakit berperalatan lengkap dalam waktu singkat," ujar Gilbert kepada merdeka.com, Senin (28/12).
Gilbert turut menyoroti upaya pelacakan yang dilakukan Pemprov. Melihat kondisi Jakarta saat ini, ia menuturkan kualitas pelacakan Pemprov sangat lemah bahkan publik tidak mendapat informasi tentang jumlah orang yang dilacak akibat penularan Covid-19.
Gilbert mengingatkan Pemprov agar meningkatkan pencegahan dan pelacakan agar penanganan pandemi Covid-19 tidak difokuskan di rumah sakit.
"Kita tidak tahu apa-apa soal tracing. Mereka tidak paparkan, kesan saya tidak jalan. Padahal ini penting, kapasitas rumah sakit tidak akan cukup kalau tracing dan pengawasan ketat tidak jalan," tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan ada peningkatan kapasitas rumah sakit (RS) rujukan pasien terinfeksi Covid-19 seiring adanya kenaikan rata-rata keterpakaian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) sebesar 85 persen.
"Pak Gubernur juga sudah perintahkan, kami juga sudah koordinasi, pemerintah pusat juga minta setiap provinsi, setiap kabupaten di Indonesia sebagaimana permintaan satgas pusat. Kami juga dari pemprov terus mengupayakan semaksimal mungkin meningkatkan," katanya, Selasa (22/12).
Dalam data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta tercatat terjadi peningkatan penggunaan ICU di 98 RS rujukan penanganan Covid-19. Terhitung 20 Desember 2020, dari 6.663 tempat tidur isolasi yang ada kini sudah ditempati sebanyak 5.691 pasien. Artinya kapasitas sudah mencapai 85 persen.
Begitu juga kondisi ruang ICU, tercatat untuk tempat tidur ICU sudah terisi 722 dari 907 sehingga persentasenya 80 persen. Tidak hanya peningkatan kapasitas ruang di RS rujukan penanganan Covid-19, Riza mengatakan, peningkatan jumlah tenaga medis maupun sukarelawan pun diperbanyak untuk menangani pandemi di Jakarta.
"Semua kami tingkatkan, SDM kita tingkatkan, tidak hanya kuantitasnya tapi juga kualitasnya. Bahkan kita terus membuka sukarelawan, relawan-relawan," ujarnya.
Ia pun menegaskan tidak hanya Pemprov DKI, penanganan Covid-19 di Ibu Kota juga melibatkan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya sehingga seluruh warga yang membutuhkan dapat dilayani dengan baik.
"Kami sebagai pemerintah menyiapkan pelayanan baik, keamanan baik, kami kerja sama juga dengan Polda dan Kodam. Semua warga Jakarta harus mendapatkan fasilitas pelayanan sebaik mungkin," tutup Riza.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya