DPRD DKI Soal Rencana Pembukaan Karaoke: Menyanyi Potensial Keluarkan Droplet
Merdeka.com - Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Khoirudin meminta Pemprov DKI membuat pertimbangan matang sebelum membuka kembali tempat karaoke. Menurut dia, saat ini Jakarta masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan menjadi episentrum penularan.
"Apalagi kita juga dihantui dengan varian baru Corona yaitu B-117 yang penularannya lebih mudah, meskipun belum ditemui Jakarta," kata Khoirudin dalam keterangan tertulis, Senin (15/3).
Dia meminta Pemprov DKI jangan sampai mengorbankan aspek kesehatan meksipun pembukaan kembali karaoke dapat memberikan kontribusi untuk penerimaan daerah. Lanjut Khoirudin, tempat karaoke dilakukan di ruangan tertutup dengan ventilasi yang kurang baik.
"Kegiatan menyanyi yang mengeluarkan suara juga sangat potensial mengeluarkan droplet yang menjadi sumber penularan covid-19. Jangan sampai Jakarta yang sudah mencapai nihil zona merah akan kembali berada di zona merah," papar dia.
Karena hal itu, dia meminta agar Pemprov DKI tetap menerapkan aturan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Mulai dari batasan pengunjung hingga waktu operasional. Khoirudin juga meminta pengawasan harus tetap diperketat.
"Pengelola juga harus menyediakan sarana yang dibutuhkan untuk penerapan protokol kesehatan seperti thermo gun, hand sainitizer di setiap ruangan, masker medis termasuk banner imbauan untuk selalu menjaga protokol kesehatan dan imbauan agar mereka yang kondisi sakit tidak masuk ke karaoke," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Bambang Ismadi menegaskan belum ada ketetapan tentang operasional tempat karaoke. Meskipun dia tidak memungkiri Pemprov tengah melakukan peninjauan kesiapan usaha hiburan tersebut.
"Belum boleh yang mau buka harus mengajukan protokolnya lebih dahulu secara ketat. (Surat Edaran) Sifatnya melihat persiapan dan kesiapan para pengelola usaha karaoke," ucap Bambang.
Bambang menambahkan, kendati satu tempat usaha karaoke telah memenuhi standar protokol kesehatan ketat, tidak otomatis beroperasi. Pelaku usaha masih harus menunggu keputusan bidang hiburan ini boleh kembali diizinkan beroperasi.
"Sedang dipersiapkan untuk buka, yang sudah memenuhi kriteria tetap harus menunggu waktunya. Jadi ketika keran dibuka, semua sudah siap dengan protokolnya," tandasnya.
Reporter: Ika Defiant
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya