Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPRD DKI Minta Pria Kemayu di Citayam Fashion Week Diberi Edukasi

DPRD DKI Minta Pria Kemayu di Citayam Fashion Week Diberi Edukasi Ramainya kawasan Dukuh Atas. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyampaikan, memang ada beberapa pria berpenampilan feminine pada kegiatan di Dukuh Atas, Sudirman Jakarta Pusat. Fenomena tersebut sedianya menjadi alarm bagi Pemprov DKI dan DPRD untuk mengedukasi warga yang berkegiatan di lokasi tersebut.

Putri dari Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, itu menuturkan pentingnya edukasi terhadap mereka karena kebanyakan usia para pria tersebut ditaksir di bawah 17 tahun.

"Ini kan fakta sosial, memang banyak sekali mohon maaf sekali, yang sedikit menyimpang dan usianya di bawah 17 tahun dan kebanyakan laki-laki," katanya di Gedung DPRD DKI, Selasa (26/7).

Dia mengatakan, langkah yang tidak bijak jika Pemprov memberi omelan kepada mereka karena berpenampilan yang dianggap menyimpang. Namun di sisi lain, perlu ada edukasi dalam berkreativitas di ruang publik.

"Kan enggak bisa ngomel-ngomel dong, pastinya kita berikan edukasi dan pastinya pemerintah adil jangan malah menutup atau tidak membolehkan, tapi adil dan memberikan edukasi," ujarnya.

Fenomena keramaian di Dukuh Atas yang dipelopori oleh remaja pinggiran Jakarta itu, kemudian meningkatkan eskalasi pengawasan dari Pemprov DKI Jakarta. Usai masalah sampah, remaja tertidur di fasilitas umum karena tertinggal commuter, kini kegiatan fashion show dadakan di Dukuh Atas menimbulkan polemik baru dengan kumpulan laki-laki berpenampilan feminim.

Selain itu, Suku Dinas Sosial juga telah menerjunkan anggotanya untuk berjaga di kawasan Dukuh Atas, sebagai bentuk dukungan kepada Satpol PP untuk penertiban kawasan tersebut.

"Sampai dengan saat ini kami juga sudah menurunkan petugas standby baik di terowongan Kendal maupun di SCBD (Sudirman Citayam Bojonggede Depok)," pungkasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (23/7) Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan agar kegiatan di lokasi tersebut sesuai dengan norma yang berlaku, dan tidak menimbulkan kecenderungan homoseksual.

"Mari kita jaga anak-anak kita jangan sampai nanti justru karena mengikuti fashion show gitu justru nanti yang laki-laki nanti ingin seperti ke perempuan-perempuan begitu," kata Riza.

"Ya jangan sampai nanti ada LGBT ya pokoknya kita lakukan edukasi yang baik," imbuhnya.

Para pria berpenampilan feminim itu tampil dalam keramaian yang disebut Citayam fashion week pada Sabtu (23/7) malam di Kawasan Dukuh Atas. Ratusan orang dengan gaya kostum masing-masing memadati kawasan yang dulu diasosiasikan sebagai tongkrongan orang elit.

Mereka mengenakan rambut palsu panjang, memakai gaun, berhias wajah, serta memakai aksesoris yang umum dipakai wanita.

Tumpah ruah lautan manusia tidak hanya berdampak pada kerumunan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta bahkan melakukan operasi cabut pentil (OCP) terhadap kendaraan yang parkir sepanjang trotoar Jalan Sudirman.

Akun Instagram @jalur5 mengunggah video kemacetan panjang akibat keramaian di Dukuh Atas.

"Efek viral Citayam Fashion Week terjadi kemacetan parah sore ini (23/7) sepanjang jalan Sudirman hingga Jalan Tanjung Karang (lokasi fashion show dadakan tersebut digelar) dari Semanggi hingga depan Plaza UOB Tosari. Hal ini karena sejumlah pengunjung yang penasaran membawa mobil dan motor ditambah dengan mobil milik artis dan influencer parkir di tengah-tengah jalan."

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP