DPRD DKI Dorong Anies Lebih Sering Sidak ke Perusahaan Nakal Selama PPKM Darurat
Merdeka.com - Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono, mendukung langkah Gubernur Anies Baswedan dengan menginspeksi dadakan ke perusahaan selama kebijakan PPKM Darurat. Bahkan, Mujiyono berharap sidak seperti ini perlu dilakukan secara rutin.
"Sudah benar, perlu sidak, lakukan dengan rutin," katanya di Jakarta, Selasa (6/7).
Politikus Demokrat itu menuturkan langkah tegas seperti ini harus secara konsisten diterapkan di tengah lonjakan kasus positif Covid-19. Sebab, imbuhnya, ia meyakini masih banyak perusahaan nakal melanggar kebijakan 100 bekerja dari rumah.
"Ya, sepertinya masih banyak," ungkapnya.
Dalam PPKM Darurat ini, aktivitas perkantoran non esensial dan non kritikal diwajibkan menerapkan kerja dari rumah (work from home). Untuk sektor essential diberlakukan 50 persen, maksimum staf bekerja dari kantor (work from office) dengan protokol kesehatan.
Diketahui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan sidak ke sejumlah kantor. Dalam sidak tersebut Anies mengungkapkan kekecewaannya masih ada saja sektor non esensial bekerja di kantor.
Kegiatan sidak dipublikasi melalui Instagram story @aniesbaswedan.
Kantor pertama, Anies mendatangi kantor Ray White Indonesia. Setibanya di kantor pemasaran properti itu, Anies menegur orang yang dianggap bertanggung jawab terhadap manajemen kantor.
"Ini bukan soal untung rugi. Ini soal nyawa, yah. Kita ini mau nyelametin nyawa orang dan orang-orang seperti ibu ini yang egois. Ini pekerja pekerja ikut aja," tegur Anies yang dikutip pada Selasa (6/7).
Tidak ada bantahan dari perempuan yang diduga pihak bertanggung jawab terhadap perkantoran Ray White Indonesia tersebut.
"Sekarang tutup kantor yah dan katakan pada semua, pulang. Taati aturan. Mengerti?"
Usai menegur, Anies didampingi Satpol PP memproses kantor tersebut dengan memberikan sanksi administrasi dan penempelan informasi bahwa kantor tersebut ditutup sementara waktu.
Kantor berikutnya yaitu PT Equity Life Indonesia. Sama seperti sidak kantor pertama. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegur keras pihak yang masih memaksakan pekerja datang ke kantor.
"Kenapa dilanggar? Setiap hari kita nguburin orang pak. Bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung pak enggak ada yang untung. Apalagi ada ibu hamil masuk," kritik Anies.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya