DKI targetkan Rp 40 juta sehari dari parkir meter di Sabang
Merdeka.com - Pemprov DKI akan menargetkan pendapatan asli daerah dari parkir meter di Jalan Agus Salim atau Sabang, Jakarta Pusat sebesar Rp 40 juta per hari. Karena itu, mulai november pembayaran parkir akan menggunakan e-money.
Menurut Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga, saat ini pendapatan parkir meter mencapai Rp 9 juta per hari. Padahal lahan parkir yang dapat digunakan baru sebagian. Sebab sedang ada perbaikan trotoar oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.
"Kalau pembayaran tarif parkir dengan kartu diterapkan awal November per hari bisa mendapatkan Rp 40 juta. Pendapatan ini bisa mengalahkan pendapatan dari bus Transjakarta," kata Sunardi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/10).
Dia menambahkan, pihaknya sedang menunggu proses lelang investasi di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) DKI Jakarta. Sehingga, proses penggunaan kartu elektronik bisa digunakan. "Kami sedang menunggu di ULP DKI. Karena memang di ULP yang bisa menyetujuinya," jelas Sunardi.
Sunardi menambahkan, kartu eletronik itu bekerjasama dengan lima bank. Kelimanya yakni BCA flazz, BNI tapcash, BRI brizzi; Bank Mandiri e-money; Bank Mega megacard; dan Bank DKI jakcard. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya