DKI Sudah Terima 120.000 Dosis Vaksin Moderna
Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan sebanyak 120.000 dosis Moderna sudah diterima oleh Pemprov DKI. Jumlah tersebut berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan.
Widyastuti menuturkan, perihal kuota vaksin, Pemprov DKI bersifat pasif dalam kuota penerimaan vaksin. Sehingga, dalam hal penerimaan vaksin Moderna, imbuhnya, Pemprov DKI tidak mengusulkan ke Kementerian Kesehatan.
"Total yang diterima oleh DKI Jakarta adalah untuk sekitar 120.000 orang," ucap Widyastuti di Balai Kota, Rabu (18/8).
"Kalau kami kan itu given dari Kemenkes bukan usulan kita. Tentu kami akan sesuaikan," sambungnya.
Dia menambahkan, vaksin tersebut sudah didistribusikan ke rumah sakit, khususnya yang melayani pasien autoimmune. Pertimbangannya adalah mengukur kecepatan sasaran target vaksin dengan waktu simpan vaksin.
Berbeda dengan vaksin Sinovac dan AstraZeneca, jelas Widya, suhu simpan vaksin Moderna wajib berada di minus 15 hingga 18 derajat celcius.
"Untuk Moderna meskipun masa kedaluwarsanya November itu pada saat di simpan dalam suhu minus 15 derajat celcius minus 25 derajat celcius kalau sudah dikeluarkan dari rantai dingin yaitu misalnya di suhu 2 sampai 8 derajat itu hanya tahan sampai 1 bulan," jelasnya.
Sebelumnya Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemberian Moderna kepada masyarakat luas semata-mata untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia. Sebagaimana diketahui, Moderna awalnya dikhususkan bagi booster para tenaga kesehatan.
Nadia pun memastikan distribusi kepada masyarakat setelah memastikan para tenaga kesehatan telah mendapatkan suntikan vaksin Moderna.
"Ini kan melengkapi kebutuhan vaksinasi kita yang perlu 426 juta dosis dan ini bukan menggantikan, tetapi untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi," jelasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya