Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DKI anggarkan Rp 20 M buat bangun TPS pedagang blok G Tanah Abang

DKI anggarkan Rp 20 M buat bangun TPS pedagang blok G Tanah Abang Pasar Blok G Tanah Abang. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno telah menemukan lokasi untuk tempat penampungan sementara (TPS) pedagang Blok G Pasar Tanah Abang. Lahan itu milik pengusaha Robby Sumampow

Untuk itu Pemprov DKI Jakarta sudah menganggarkan TPS bagi pedagang Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Tiga lantai, total anggarannya sekitar Rp 20 miliar. Dan bisa menampung 832 pedagang," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/1) malam.

Dia menjelaskan dalam dua atau tiga minggu ke depan, tempat penampungan Sementara pedagang Blok G Tanah Abang dibangun.

"Merelokasi teman-teman yang ada di Blok G ke tanah yang di sebelah hotel Pharmin yang kita lagi negosiasi, mudah-mudahan, mohon doanya dalam 1-2 minggu didesain," jelasnya.

Nanti tempat penampungan sementara ini akan berbentuk semi permanen yang terdiri dari tiga lantai. Hal ini serupa dengan TPS yang berada berada Pasar Rumput.

"Jadi sama di Pasar Rumput itu dibangun semi permanen bisa dipakai 2-3 tahun. Jadi itu bukan permanen, still structure tetapi sangat layak. Ini 3 bulan jadi, pakai baja ringan terus ditempel-tempel pakai gypsum," ujarnya

Pembongkaran Blok G bagian dari penataan kawasan Pasar Tanah Abang tahap kedua. Nanti pembangunan Blok G sendiri dimulai awal tahun 2019. Dengan konsep seperti ini diharapkan Tanah Abang bisa kembali rapi dan pedagang dapat berjualan dengan aman.

"2019 langsung adalah skybridge yang pernah dijanjikan karena skybridge itu still structure mudah-mudahan waktu bersamaan di 2018 ini bisa dibangun. Tanpa menserobot lahan pekerjaan buat para pedagang kecil dan juga tanpa menserobot hak-hak pejalan kaki maupun juga keinginan kita untuk mengintegrasi moda-moda tranportasi," katanya.

Sementara itu, Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, saat ini progres proses penyewaan lahan sudah mencapai 90 persen untuk penentuan harga sewa lahan akan dilakukan melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

"Setelah selesai penilaian KJPP, dan kemudian MoU. Sebenarnya tinggal tunggu surat dari Pak Robi saja, kan kemarin kita sudah kirim surat begitu. tinggal menyelesaikan itu saja," jelas Arief.

Dia mengatakan lahan tersebut seluas 4.800 meter persegi namun yang akan dimanfaatkan untuk menampung pedangan Blok G hanya 2.000 meter persegi.

"cuma kita pakainya cuma 2.000 karena ada lahan yang sudah dipakai. Jadi kita barengan pakainya," katanya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP