Djarot siap terima Anies-Sandi bahas penyusunan RPJMD 2018
Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akhirnya melunak dan siap menerima Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno agar dapat melakukan penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018. Namun, bukan berarti Anies-Sandi bisa ikut membahas APBD Perubahan 2017.
Djarot mengatakan, sempat bertemu dengan Sandiaga dalam satu acara pada Sabtu (20/5) kemarin. Keduanya tidak banyak membicarakan soal Pemprov DKI Jakarta, karena memang pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih itu telah bersurat padanya untuk melakukan audiensi.
"Saya sampaikan sekali lagi, surat saya terima suratnya ditandatangani Pak Anies dan Pak Sandi. Intinya ingin beraudiensi tentu saja audiensi atau silaturahmi kita terima, di situ saya membaca atau mungkin saya salah baca tidak ada tim sinkronisasi. Kami akan berkoordinasi langsung dengan Pak Anies dan Pak Sandi," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/5).
Walaupun sebelumnya sempat beralasan sibuk dengan pekerjaannya, mantan Wali Kota Blitar ini akhirnya mulai terbuka dengan rencana transisi kepemimpinan. Salah satu penyebabnya adalah adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri No 54 Tahun 2010 yang memungkinkan Anies-Sandi ikut menyusun RPJMD.
"Enggak apa-apa karena memang Permendagri memungkinkan untuk mereka masukan untuk RPJMD 2018, enggak apa-apa. Kalau urusan teknis biar diurus Sekda dan Bappeda. Supaya sama-sama jalannya, karena tugas saya kan juga cukup padat, dua fungsi diambil alih," jelasnya.
Seperti yang tercantum dalam Pasal 9 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
Pasal 9 menyatakan "Pendekatan politis bahwa program-program pembangunan yang ditawarkan masing-masing calon kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih saat kampanye, disusun ke dalam rancangan RPJMD."
Pada (19/5) pekan kemarin, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah menerima surat dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Namun, dalam surat tersebut bukan ingin membicarakan program Anies-Sandi.
Surat tersebut bukan dari tim sinkronisasi yang ingin menyusun program untuk Anies-Sandi. Surat yang ditujukan kepada Djarot untuk sekadar silaturahmi.
"Tidak yang menyurati saya bukan tim sinkronisasi yang menyurati saya itu Pak Anies-Sandi untuk bersilaturahmi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (19/5).
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya