Djarot beberkan sulitnya terapkan sistem ganjil genap di Jakarta
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan uji coba sistem ganjil genap sebagai ganti dari penghapusan 3 in 1. Uji coba ini, rencananya akan dilakukan pada 20 Juli mendatang.
Kebijakan sistem ini akan mulai dilakukan di jalan-jalan protokol yang sebelumnya menjadi lokasi penerapan 3 in 1. Nantinya sistem ganjil genap akan dilakukan mulai pukul 07.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta Dishub DKI mengkaji lebih teliti soal dampak positif dan negatif dari kebijakan ini. Djarot mencontohkan dampak negatif yang kemungkinan bakal terjadi adalah maraknya praktik pemalsuan pelat nomor kendaraan.
"Bukan apa-apa, betul-betul kita kaji secara teliti dampaknya, dampak positif maupun negatifnya. Dampak negatifnya banyak lah, kalau dulu 3 in 1 ada joki. Kalau ganjil genap nanti yang perlu kita antisipasi ya pelat nomor palsu. Ya dong," kata Djarot di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (17/6)
"Nomor belakang mobilku, katakan lah 4, aku bikin 5 polisi enggak ada loh data yang komplit seperti itu, makanya dikaji betul," sambungnya.
Penerapan sistem ini di Jakarta, menurutnya, masih banyak kekurangan. Karena selain akan muncul kasus pelat nomor palsu, mekanisme pengawasan oleh petugas pun sangat sulit dilakukan.
"Kedua adalah yang perlu diantisipasi itu yang melototin pelat nomor siapa? Pak polisi masa melototin terus, kan personelnya terbatas. Lah makanya wacananya dikaji betul," tegas politisi PDIP ini.
Mantan wali kota Blitar ini menilai sebenarnya kebijakan yang paling efektif adalah sistem jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP). Namun, diakuinya, karena masih menjadi barang baru di Indonesia, perlu ada kajian yang matang.
"Yang paling bagus sebenarnya ERP. Kenapa lama? Karena barang baru di sini, perlu kehati-kehatian. Kan belum pernah diterapkan di sini masih baru sekali," pungkas dia. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya