Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diserahkan Jokowi ke Ahok, Tanah Abang kembali penuh PKL dan macet

Diserahkan Jokowi ke Ahok, Tanah Abang kembali penuh PKL dan macet pasar tenda tanah abang. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sekitar 250 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Tanah Abang kembali ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka digusur karena nekat kembali menempati bahu jalan dan membuat macet padahal dulu pernah dilarang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jakarta Pusat, Yadi Rusmayadi, memimpin langsung penertiban ini.

"Kita berharap kawasan ini bisa kembali steril. Bebas dari pedang yang berjualan di bahu jalan, makanya kita akan terus upayakan penertiban bagi para PKL yang berjualan di trotoar dan bahu jalan," kata Yadi saat ditemui di lokasi, Senin (6/4).

Tak cuma di Tanah Abang, PKL di sejumlah titik yang menyebabkan kemacetan juga ditertibkan.

"Kita mulai menyisir di beberapa titik jalan protokol seperti Jalan Mas Mansyur, Jalan Jatibunder, dan Jalan Jatibaru. Lapak PKL diangkut satu persatu ke truk sampah yang sudah disiapkan di lokasi," jelasnya.

Satpol PP mengerahkan 150 personel untuk melakukan penertiban yang akan dilakukan selama sepekan ke depan. Pedagang tak melakukan perlawanan berarti.

"Sosialisasi terus dilakukan, selama PKL membandel dengan tetap berjualan pada bukan tempatnya kita akan terus tertibkan" tutupnya.

Di masa Joko Widodo menjadi gubernur, PKL di badan jalan juga gencar ditertibkan. Dia meminta pedagang masuk ke Blok G Tanah Abang.

Tapi setelah dia jadi Presiden dan DKI dipimpin Ahok, Tanah Abang kembali semrawut. Bahkan Blok G yang dulu disediakan Jokowi untuk menampung PKL akan dirobohkan.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP