Dirut Transjakarta jelaskan perombakan sistem demi cegah kecelakaan
Merdeka.com - Maraknya kasus kecelakaan yang terjadi pada Bus Transjakarta membuat Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Steve Kosasih mengambil tindakan tegas, yakni perombakan sistem.
Perombakan sistem itu berupa pembelian bus baru, penghentian bus tak layak beroperasi, memperketat perekrutan sopir, membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan kerja sama dengan armada lain.
"Seperti kita justru menghentikan operasi bus lama yang kurang layak seluruhnya dan akan segera menggantinya," kata Kosasi saat ditemui di Balai Kota Jakarta Pusat pada Selasa (14/7).
Sebelumnya, PT Transjakarta telah membeli bus gandeng asal Swedia sebanyak 20 unit yang digunakan koridor 1 dan 9. Ia menerangkan bus lama dari kedua koridor tersebut akan dialihkan ke koridor 6, 4, 3 dan 2.
Selain itu, untuk meningkatkan armada Transjakarta, pihak Transportasi Jakarta bekerja sama dengan armada kopaja untuk membantu Transjakarta dalam mengantarkan penumpang ke wilayah di Jakarta.
"Kami harap perbaikan paling banyak dengan bantuan operator baru kopaja sebanyak 120 bus. Yang akan diluncurkan akhir tahun untuk membantu bis yang tak layak pakain," ujarnya.
Kata dia, nanti penumpang Kopaja yang naik melalui halte Transjakarta tidak akan dikenai biaya tambahan.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya