Dirongrong uang kerahiman, Ahok bilang 'gue kasih tapi gue usir?'
Merdeka.com - Warga Kampung Pulo yang tak terima digusur terus saja meminta uang kerahiman. Tapi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tetap menolak.
Menurutnya yang dia berikan saat ini sudah lebih nilainya dari ganti rugi yang dituntut warga. Untuk rumah susun saja, beber dia, lebih kurang Rp 200 juta per unitnya.
"Kalau saya bisa kasih mentahnya, saya lebih suka," ujar Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/8).
"Kalau Anda minta Rp 50 juta, gua kasih sekarang, tapi langsung gua usir," katanya menambahkan.
Jika warga terus bersikap demikian, kata Ahok, masalah banjir di Jakarta tak akan bisa teratasi. Dia merasa yang diberikan pihaknya sudah mencukupi, dan warga hanya bayar uang pemeliharaan saja sebesar Rp 10 ribu per harinya.
"Saya subsidi sampai tujuh turunan, sepuluh turunan. Di kontrak ada disebutin, selama Anda masih tinggal dan bayar uang perawatan," pungkasnya.
Diketahui, sejumlah warga Kampung Pulo pada minggu lalu telah direlokasi oleh Pemprov DKI Jakarta, ke Rusun Jatinegara Barat. Hal ini dimaksudkan agar masalah normalisasi Kali Ciliwung yang menyempit karena banyaknya hunian di bantaran kali, bisa segera terselesaikan.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya