Dirlantas sebut macet Tanah Abang naik 60 persen, Sandi ingin adu data
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan sesuai data yang dia peroleh dari Jakarta Smart City beban kemacetan akibat kebijakan penutupan Jalan Jati Baru Tanah Abang Jakarta Pusat, mengalami kenaikan 12 persen pada periode uji coba.
"Tapi yang kita ingin lihat secara detail adalah data-data yang dimiliki teman-teman dirlantas yang naik 60 persen. Karena dari periode uji coba dengan sebelumnya, data kami lihat sendiri adalah ada kenaikan 12 persen dari sebelumnya. Tapi kalau dilihat dari periode critical, yaitu antara Oktober sampai Desember itu justru masih ada penurunan," ungkapnya di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Senin (29/1).
Sebagai informasi berdasarkan hasil evaluasi dan pengamatan selama 1 bulan dari Dirlantas terdapat kenaikan kemacetan 60 persen menuju arah slipi dan jati baru pada jam-jam tertentu. Untuk itu dia ingin melihat lebih detail data-data dari Dirlantas.
Terkait hal tersebut, Sandiaga sudah mempersiapkan data tandingan yang menekankan jika kemacetan tidak separah itu.
Kendati begitu, dia tetap menerima rekomendasi dan masukan dari Dirlantas. Bahkan dia telah memerintah kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah untuk mempelajari hasil rekomendasi.
"Jadi ini yang lagi kita sandingkan datanya. Mudah-mudahan bisa terkoordinasi dan kita akan tindaklanjuti rekomendasi dari Dirlantas. Saya sudah perintah tadi pak Adriansyah (kadishub) langsung pulang. Setelah di sini saya berikan instruksi untuk melihat, menyandingkan datanya dengan data yang dimiliki oleh teman-teman di Dirlantas," kata Sandiaga.
Dirlantas meminta Pemprov mengembalikan dari pada fungsi jalan yang ditutup sehingga tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas. Berdasarkan hasil pengamatan pihaknya, kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Panggara, ada kemacetan dan kepadatan menuju arah slipi dan jati baru pada jam-jam tertentu.
"Berdasarkan pengamatan kami 60 persen mengalami kenaikan. Jadi 6 rekom dan 3 yang kita sebut karena sudah buat masalah baru seperti banyak angkot yang antre, mengganggu pejalan kaki," ujar Halim. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya