Diprotes penggusuran Kampung Pulo, Djarot sebut itu masa lalu
Merdeka.com - "Di tahun 2015, ada suatu tragedi
Antara warga Kampung Pulo dan aparat, saling bergerak
Yang semakin rumit. Sampai-sampai mobil bekho dibakar. Yang tak dibayar...
Pemerintah zaman sekarang ngomongnya cuma doang dan bebek dibayar. Enggak tahunya ...
Kami sebagai warga Kampung Pulo
Kehilangan tempat tinggal
Gara-gara mereka yang kurang ajar. Cuma janji-janji doang"
Barisan kalimat itu ungkapan hati Fahri (38), warga Rusun Jatinegara, Jakarta Timur, yang kemudian dituangkan menjadi lirik lagu berjudul Tragedi Penggusuran Kampung Pulo. Fahri merupakan satu diantara ratusan korban penggusuran permukiman warga Kampung Pulo oleh Pemprov DKI.
Lagu bernada kritik dan curhatan ini dinyanyikan Fahri di hadapan wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri acara 'Road Show Musik untuk Rakyat' yang diselenggarakan Unit Pengelola Pusat Pelatihan Seni Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta di rusun itu.
Djarot menanggapi santai protes dan kritikan Fahri. Menurutnya, siapapun berhak mengutarakan rasa sakit hatinya, kritik dan aspirasinya kepada seorang pemimpin.
"Iya, itu masa lalu. Ya enggak apa-apa. Beliau ngadu, boleh. Kan gitu kan," kata Djarot di Rusun Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Sabtu (19/3).
Dia mengakui bahwa penggusuran berujung bentrokan itu merupakan catatan sejarah yang buruk. Tapi yang terpenting saat ini, Pemprov DKI memberikan ganti rugi berupa rusun yang layak bagi warga Kampung Pulo.
"Itu masa lalu, sejarah, memang seperti itu. Tapi sekarang, pemerintah sudah menyediakan tempat hunian yang cukup layak, nyaman, dan betul-betul kita perhatikan aspek-aspek mendasar dari pada warga. Misalnya pendidikan, kesehatan, berkesenian, berkebudayaan," katanya.
Setelah penggusuran warga dan berjalannya proyek normalisasi Kali Ciliwung, Djarot mengklaim dampaknya sudah mulai terasa. Wilayah sekitar Kampung Pulo sudah bebas dari banjir. Kalau pun masih terjadi banjir, lanjut Djarot, tidak butuh waktu lama genangan itu pasti surut.
"Yang jelas, pemerintah berkomitmen untuk menyediakan tempat hunian yang layak, yang lebih manusiawi, dan bisa kita rasakan sekarang, banjir sudah berkurang drastis di Jakarta. Kita sudah tidak begitu banyak mengurusi pengungsi-pengungsi ketika hujan turun sangat deras. Tahun ini sudah jauh relatif lebih menurun," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya