Dinilai main hakim sendiri, warga yang pukuli Franky dicari polisi
Merdeka.com - Ulah Franky, pengemudi Grand Livina kabur usai tabrak lari membuat masyarakat sekitar yang melihatnya kesal. Saat mobil terjebak di jalur busway kemudian menabrakkan ke separator, warga langsung memaksa pintu untuk dibuka dan Franky jadi sasaran bogem masyarakat.
Kepolisian sedang menyelidiki siapa warga yang melakukan tindakan main hakim sendiri.
"Sekarang lagi kita selidiki ya," kata Kapolsek Taman Sari AKBP Rully Indra Wijayanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/8).
Sekalipun Franky melakukan kesalahan, kata dia, tentu tindakan main hakim sendiri tak dibenarkan. Dia pastikan kasus narkoba Franky tetap akan diusut tuntas.
"Lain lagi kan, itu masalah anu (narkoba) lain, kita tetap melakukan penyelidikan orang-orang siapa yang ibarat melakukan tindakan anarkistis itu," katanya.
"Ya itu tidak dibenarkan itu, walaupun awalnya yang bersangkutan lari, terus dikejar lari, kemudian dianggap tidak bertanggungjawab masalah tabrak lari kan tidak dibenarkan, terus misalnya antem seperti itu tidak dibenarkan," tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Rully, tidak menutup kemungkinan masyarakat yang terekam dalam video yang tersebar untuk diminta keterangan.
"Mungkin dari beberapa pemukul adalah dari suatu komunitas tertentu. Tanggung jawab tetap akan pada perorangan. Siapa berbuat apa akan bertanggung jawab untuk diri sendiri. Apapun itu yang dilakukan atau misalkan anu tidak bisa dibenarkan. Aturan undang-undang juga nggak ada," tegas dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya