Dianiaya Marinir, bocah KT alami kelainan ginjal dan gegar otak
Merdeka.com - Kondisi KT (12), bocah korban penganiayaan anggota Marinir, mulai membaik. Namun, hasil pemeriksaan CT Scan menemukan KT mengalami gegar otak ringan dan kelainan ginjal dan liver.
"Secara teknis sudah dimungkinkan rawat jalan, tapi masih membutuhkan pemeriksaan lebuh lanjut," kata Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh saat mengunjungi korban di Ruang Teratai RS Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).
Menurutnya korban membutuhkan rehabilitasi yang bersifat psikis untuk menghilangkan trauma dan memberikan rasa aman. Ia juga mengungkapkan, korban sudah mulai berani bercerita tentang peristiwa yang dialaminya.
Saat ini, KPAI telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk dispensasi ujian kelulusan. Saat ini rumah korban juga dalam penjagaan khusus guna menghindari ancaman dari pihak tertentu.
Untuk diketahui, KT, bocah berusia 12 tahun dipukuli lantaran dituduh mencuri burung warga komplek Marinir yang belum diketahui identitasnya tersebut. Akibat penganiayaan tersebut, KT mengalami luka hampir di sekujur tubuhnya. Salah satunya di bagian punggung dan bibir.
"Dipukuli pakai selang air. Yang mukulin tiga orang ganti-gantian dan pegangin pelan satu-satu. Dipukul ke belakang. Rambut dijambak dan ditodong belati," kata KT kepada merdeka.com saat ditemui di Rumah Sakit Prikasih, Jakarta Selatan, Selasa (12/1).
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya