Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di RS Sander Cikarang, vaksin palsu beredar sejak April 2015

Di RS Sander Cikarang, vaksin palsu beredar sejak April 2015 vaksin palsu untuk bayi. ©2016 Merdeka.com/ronald

Merdeka.com - RS dr. Sander B Cikarang adalah salah satu dari 14 rumah sakit yang sebut Kementerian Kesehatan menyediakan vaksin palsu. Direktur Operasional RS dr. Sander B Cikarang, dr. Desianti Saraswaty, memperkirakan sejumlah pasien balita mulai memakai vaksin palsu sejak April 2015.

"Kami minta maaf kepada masyarakat. Meski kami juga menjadi korban, namun masyarakat adalah pihak paling dirugikan. Itulah sebabnya, kami memberikan solusi melalui vaksinasi ulang secara cuma-cuma," kata Desianti. Demikian dilansir dari Antara, Sabtu (16/7).

Data sementara, katanya, selama kurun waktu itu ada 63 pasien anak yang harus divaksin ulang. Pihak rumah sakit akan menghubungi keluarga pasien untuk melakukan vaksin ulang.

"Kami memiliki data semua penerima vaksin bermasalah. Jumlah penerima vaksin bermasalah di tempat kami relatif sedikit. Karena dari 12 jenis vaksin di rumah sakit kami, memang hanya dua yang bermasalah yaitu Pediacel dan Hepatitis B," ujarnya.

Dia membeberkan awal mula rumah sakitnya, bisa menyediakan vaksi palsu tersebut. Pada Februari hingga Maret 2015 lalu, katanya, terjadi kelangkaan vaksin. Hampir semua vendor atau penyedia tidak memiliki ketersediaan vaksin, padahal di sisi lain permintaan tetap tinggi, karena selalu terdapat anak yang harus divaksin.

Pada saat itulah muncul penawaran dari CV Azka Medical, dengan Nomor 027/AM/2015 tertanggal 28 April 2015.

Awalnya, lanjut Deasy, sapaan dia, rumah sakit sama sekali tidak curiga dan tidak tahu bahwa vaksin dari CV Azka Medical, bermasalah. Sebab perusahaan tersebut ertindak selayaknya distributor resmi, seperti adanya purchase order (PO).

Dari sisi harga, dia mengungkapkan, pembelian dilakukan dengan harga wajar. Bahkan, beberapa vaksin dari penyedia tersebut justru lebih mahal dari yang selama ini dibelinya dari distributor lain, di antaranya vaksin jenis Rotarix.

Vaksin tersebut dijual Azka Medical seharga Rp 320 ribu/boks. Sedangkan harga dari distributor sebelumnya, yakni PT Anugerah Argon Medica, hanya Rp 205 ribu/boks.

"Bukan hanya RS dr. Sander B Cikarang yang merupakan rumah sakit kecil, namun rumah sakit besar pun banyak yang kecolongan," katanya.

Dia mengklaim, sekitar April-Mei 2016, sebelum kasus vaksin palsu terkuak di media massa, pihaknya mulai mencium keanehan, di antaranya, volume vaksin ternyata hanya 0,40-,45 cc, padahal, seharusnya 0,50 cc. Sebagai antisipasi adanya vaksin yang tersisa ketika dokter membuang udara dalam jarum suntik.

Pihaknya juga sempat melakukan komplain kepada CV Azka Medical. Perusahaan itu malah coba meyakinkan dengan mengeluarkan surat jaminan 100 persen keaslian melalui surat bernomor 019/AM/06-16 tanggal 01 Juni 2016.

"Jadi, jauh sebelum peristiwa tersebut meledak, kami sudah melakukan langkah-langkah pengamanan," katanya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP