Di Jakarta, sudah kerja keras tapi susah kaya
Merdeka.com - Jakarta menjadi magnet tersendiri buat mereka yang ingin mengadu nasib. Tak hanya penduduk asli dan sekitarnya, banyak orang datang dari sejumlah daerah demi bekerja di Jakarta yang dianggap memberikan gaji besar.
Bekerja di Jakarta yang notabene ibu kota Indonesia buat sebagian orang sangat bergengsi. Sehingga mereka rela meninggalkan daerah asalnya, demi penghidupan yang dipercayai lebih baik.
Kondisi ini membuat Jakarta sendiri makin disesaki pendatang. Di setiap sudut Jakarta dan sekitarnya, pasti ada kaum urban yang tengah berjuang untuk kehidupan yang lebih mapan dengan menjadi pegawai di sebuah perusahaan di Jakarta.
Tak cuma di Jakarta sendiri, kota-kota penyangganya juga terkena dampak. Mereka yang tak kebagian hunian di Jakarta karena besarnya harga jual dan sewa membuat kaum urban memilih bergeser ke pinggiran.
Padahal, tempat tinggal yang jauh dari lokasi kerja membuat mereka harus mengalokasikan khusus biaya transportasi untuk beraktivitas sehari-hari. Meski ada angkutan seperti bus dan kereta api yang disubsidi, di Jakarta mereka akan terbentur pada persoalan macet yang mengharuskan kendaraan tercepat sampai ke tujuan seperti ojek.
Keadaan ini kemudian dimanfaatkan tukang ojek pangkalan untuk mematok tarif seenaknya. Mau tak mau, ojek memang menjadi pilihan menembus kemacetan di Jakarta yang semakin menggila. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya