Digeruduk warga, Ahok tegaskan tetap bongkar Kalijodo
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok menanggapi santai demonstrasi yang dilakukan warga Kalijodo di depan Gedung DPRD DKI Jakarta. Ahok menilai permintaan dialog yang terus didorong warga tidak akan mempengaruhi rencana Pemprov DKI menertibkan kawasan itu.
"Enggak apa-apa demo. Depan juga demo. Semua juga demo. Terus mau ngapain? Kamu mau dialog 2 tahun, 20 tahun sama saja kok," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/2).
Dia memastikan akan tetap menertibkan kawasan lokalisasi itu bila rusun telah siap. Sebagai gantinya, Pemprov DKI menyediakan 400 unit rusun yang terbagi di dua lokasi yakni Rusun Marunda dan Rusun Pulogebang.
"Sekarang pernyataannya, ini tanah negara. Kan saya sudah bilang dari awal, selama rusunnya siap, saya akan terus tertibkan," tegasnya.
Ahok menegaskan langkah yang dilakukan Pemprov DKI adalah penertiban. Alasannya, karena pihaknya ingin menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta yang dinilai masih minim.
"Ini kan penertiban. Sekarang gini, misalnya pemerintah membutuhkan membuat jembatan atau dermaga yang enggak bisa pindah ke tempat lain, dalam UU penguasaan tanah, kamu hak milik kamu saja, tetap kita ambil," tandasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya