Di depan warga, istri Ahok jelaskan pentingnya keberadaan RPTRA
Merdeka.com - Istri Calon Gubernur petahana DKI Jakarta, Veronica Tan, menjelaskan pentingnya keberadaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di DKI Jakarta. RPTRA merupakan konsep ruang publik berupa ruang terbuka hijau atau taman yang dilengkapi dengan berbagai permainan menarik, pengawasan CCTV, dan ruangan-ruangan yang melayani kepentingan komuniti. RPTRA diinisiasi oleh Basuki Tjahaja Purnama saat masih aktif sebagai Gubernur.
Veronica menjelaskan, RPTRA dibangun bertujuan untuk sarana menjalin komunikasi antar warga Jakarta sekaligus sebagai sarana edukasi bagi anak-anak.
"Di dalam (RPTRA) itu ada ruangan tempat bermain anak, ada toilet anak, dan juga semua ramah anak. Kita membuat perpustakaan anak, dan juga sekarang kita dibantu oleh Swiss diberi sepuluh ribuan buku," kata Veronica di Posko Relawan Ahok-Djarot, Rumah Lembang, Jakarta, Minggu (25/1).
Veronica yang menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta ini menambahkan, di RPTRA nantinya akan tersedia pelatihan bagi ibu-ibu untuk mendapatkan pelatihan UMKM. Pemberian pelatihan ini, kata dia, Pemprov DKI akan dibantu oleh salah satu perusahaan besar di Indonesia.
"Terus juga ada PKK Mart. Kita juga membantu pemerintah di dalam memberikan harga daging, beras, sembako dengan harga stabil," ujarnya.
"Bapak (Ahok) kan minta satu RW ada satu RPTRA tentu perjuangan kita masih lanjut terus belum selesai. Supaya anak-anak semua bisa berkegiatan positif," sambungnya.
Sementara, istri calon Wakil Gubernur petahana Djarot Saiful Hidayat, Happy Farida menambahkan, bahwa apabila terpilih, suaminya dan Ahok akan terus melanjutkan program yang telah dibuat jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Tak lupa, di hadapan warga dan relawan yang hadir di Rumah Lembang, Happy mengimbau kepada mereka untuk ikut membantu mensosialisasikan program yang telah berhasil dijalankan oleh Ahok dan Djarot selama memimpin DKI Jakarta.
"Dan juga mengajak semua warga masyarakat untuk memilih nomor 2 pada tanggal 15 Februari 2017. Perjuangan belum selesai. Suara dari seluruh masyarakat DKI Jakarta yang akan menentukan bahwa pembangunan program-program ini akan diteruskan untuk periode 2017 sampai tahun 2022," ujarnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya