Demi cita-cita, pasukan oranye melawan bau, panas dan hujan
Merdeka.com - Pagi itu, sekumpulan pria memakai rompi oranye terlihat tertawa lepas sambil menyeruput kopinya. Ritual itu biasa dilakoni sebelum memulai pekerjaannya membersihkan sampah dan genangan air di Jakarta.
Mereka adalah Petugas Pelayanan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU) yang baru dibentuk Pemprov DKI Jakarta pertengahan tahun lalu. Mereka lebih dikenal dengan sebutan pasukan oranye.
Usai meneguk kopi terakhir, mereka mulai mempersiapkan semua alat yang akan dipakai untuk bekerja. Terik matahari, deru kendaraan, debu, hingga sampah dan lumpur siap menyambut mereka.
Kepada merdeka.com, Imam (19) salah satu petugas PPSU berbagai cerita awal mula bergabung dalam pasukan oranye. Andai tak ada pengurangan pegawai di tempat kerjanya terdahulu, Imam tak berpikir menjadi petugas kebersihan di jalanan.
"Saya dulu kerja di Bank, cleaning servis. Keluar saat pengurangan, coba masuk sini (PPSU) akhirnya diterima. Yakin, semua itu dari nol," kata Imam saat berbincang santai dengan merdeka.com, di Terminal Kampung Melayu, beberapa waktu lalu.
Imam baru tujuh bulan bergabung dengan pasukan oranye. Awalnya hanya iseng tapi takdir Tuhan berkata lain. "Kerja Agustus ngelamarnya bulan Maret," katanya.
Pekerjaan ini sangat menguras tenaga. Tapi demi meraih impian menjadi pekerja kantoran dia melakoninya dengan semangat.
"Kalau soal panas ya kuat, kan emang dari awal waktu interview sudah dikasih tahu, jadi ya siap-siap aja walaupun hujan juga. Kalau saya istirahat yang cukup aja, jadi saya nggak terlalu diforsir," tambahnya.
Selain membersihkan sampah dan got mampet, Imam dan rekan-rekannya juga dikaryakan men-cat trotoar dan menambal lubang-lubang jalan.
"Di sini banyak jalan-jalan yang lubang, kita tambal juga. Tapi kalau yang besar (lubang) kita nggak berani mas, itu kan ada tugasnya," kata Imam.
Bagi sebagian orang, pekerjaan yang dijalaninya mungkin dipandang sebelah mata. Namun buatnya, pekerjaan itu sangat menyenangkan. Apalagi semakin hari mereka mendapat sambutan baik di mata warga Jakarta.
"Semoga PPSU masih dipertahankan, kan PPSU bantu semua lingkungan. Yang penting dipertahankan. Sukanya banyak warga yang senang sama kita, kan kebantu juga pekerjaan mereka. Enggak suka kalau lihat warga yang buang sampah sembarangan, padahal kita sudah siapkan karung untuk sampah," ungkap Imam berbagi pengalaman.
Dia tak tahu sampai kapan akan menjalani pekerjaan ini. Dia hanya bisa menjalani tanpa lupa bersyukur atas jalan yang Tuhan berikan.
"Kalau gaji enggak tahu bagaimana, ikutin aja. Kalau naik ya Alhamdulilah, enggak juga enggak apa-apa," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya