Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Data Airvisual: Kualitas Udara di Depok Lebih Buruk Dibanding Jakarta

Data Airvisual: Kualitas Udara di Depok Lebih Buruk Dibanding Jakarta Kabut pekat selimuti Jakarta. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Kualitas udara di Depok ternyata lebih tidak sehat dibandingkan Jakarta. Pada Selasa jelang siang pukul 09.10 WIB tercatat pada angka 242 masuk kategori sangat tidak sehat dengan parameter PM2.5 konsentrasi 191,4 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Sementara di Jakarta tercatat pada angka 195, masuk kategori tidak sehat dengan parameter PM2.5 konsentrasi 140,9 ug/m3. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kondisi udara pada pagi hari, dimana tercatat pada angka 205 masuk kategori sangat tidak sehat dengan parameter PM2.5 konsentrasi 27 ug/m3.

Namun kondisi sebaliknya tercatat untuk wilayah Bogor. Berdasarkan data Airvisual, Bogor tercatat pada angka 82 masuk pada kategori moderat. Dengan parameter PM2.5 konsentrasi 191,4 ug/m3

Sedangkan, kualitas udara di wilayah Pejaten Barat, Jakarta Selatan lebih buruk lagi, yakni mencapai 220 dengan parameter PM2.5 konsentrasi 169 ug/m3. Dan angka tersebut menunjukkan udara di kawasan Pejaten Barat sangat tidak sehat.

Kemudian, kualitas udara kotor juga terpantau di Pegadungan, Jakarta Barat dengan angka 192 parameter PM2.5 konsentrasi 134,3 ug/m3 atau kategori tidak sehat.

Dengan angka AQI itu untuk rata-rata wilayah, kualitas udara Jakarta kategori tidak sehat dan bisa meningkatkan gangguan pada jantung serta paru-paru.

Kelompok sensitif mempunyai risiko tinggi terganggu kesehatannya akibat kualitas udara buruk saat ini. Selain itu, AirVisual juga mencatat kelembapan ibu kota Jakarta 69 persen dan kecepatan angin 7,6 kilometer per jam.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP