Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari DPRD DKI sampai DPR RI kritik Ahok soal penghapusan Premium

Dari DPRD DKI sampai DPR RI kritik Ahok soal penghapusan Premium Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wacana penghapusan BBM bersubsidi jenis Premium dari Jakarta yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus bergulir. Ahok bahkan telah mengirimkan surat kepada PT Pertamina untuk merealisasikan rencananya itu.

Salah satu alasan Ahok mau mengajukan rencana itu karena subsidi BBM selama ini dinilainya tidak tepat dalam alokasinya. Akibatnya, pemborosan uang negara terjadi.

Menurutnya, lebih baik subsidi itu untuk membiayai pos-pos program strategis, seperti pembangunan infrastruktur transportasi umum, subsidi kesehatan sampai pendidikan. Jika itu terlaksana, dia bakal memaksa para pengendara sepeda motor dapat beralih menggunakan bus.

"Pengendara motor, kami dorong naik bus. Kalau (tarif) bus lebih murah dari motor, saya harap orang mau parkirkan motornya dan naik bus," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (4/2).

Namun ide Ahok tersebut mendapat reaksi keras dari para wakil rakyat baik di tingkat DPRD DKI maupun di tingkat DPR RI. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik menilai rencana tersebut sangat tidak berdasar.

Dia menganggap banyak masyarakat kalangan bawah yang masih menggunakan premium untuk aktivitas sehari-hari. "Enggak segampang itu berpikirnya, yang membutuhkan (premium) tuh banyak. Jangan dipikir premium itu enggak dipakai orang kaya. Yang punya motor itu jangan dianggap orang berkemampuan. Itu cara berpikir yang salah," kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/2). (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP