Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari Depan Pagar Rumah Sakit Darurat

Dari Depan Pagar Rumah Sakit Darurat pedagang di samping wisma atlet. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Sejak akhir Maret 2020, Hasnah (68) setia di sisi pagar Wisma Atlet Kemayoran. Gedung tinggi yang berada di kawasan Kemayoran itu sudah sembilan bulan beralih fungsi menjadi Rumah Sakit Darurat (RSD) penanganan pasien Covid-19.

pedagang di samping wisma atlet©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Saban hari Hasnah menjajakan kudapan ringan untuk mereka yang berada di dalam Wisma Atlet. Baik tenaga medis maupun pasien. Transaksi terjadi di sela pagar besi Wisma Atlet.

pedagang di samping wisma atlet©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Berbekal masker di wajah, Hasnah membuang jauh rasa khawatirnya. Seolah tak ada lagi ketakutan bakal tertular Covid-19. Mengingat kawasan Wisma Atlet sesungguhnya merupakan zona merah.

pedagang di samping wisma atlet©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Seperti kebanyakan orang, Hasnah lebih takut tidak bisa makan sehari-hari. Karena itu dia memberanikan diri. Bukan bermaksud bertaruh nyawa. Meski sudah lansia, dia memilih tetap bekerja.

pedagang di samping wisma atlet©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

"Tidak takut Nak, daripada tidak ada uang untuk makan. Lumayanlah dapat untung Rp5.000 dari hasil menjual kerupuk", ungkap Hasnah.

pedagang di samping wisma atlet©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Hasnah tidak sendirian. Banyak orang mengais rezeki dari luar pagar Wisma Atlet. Sekadar untuk menyambung hidup dari berjualan ala kadarnya.

pedagang di samping wisma atlet©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Kebanyakan dari mereka merupakan pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan wisata Ancol. Karena tempat wisata sepi pengunjung, mereka berpindah. Mencari ladang baru.

pedagang di samping wisma atlet©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Elsa (29) salah satunya. Dia menjajakan kopi. Terkadang, mereka menawarkan jasa. Membelikan makanan pesanan pasien.

pedagang di samping wisma atlet©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

"Selepas Magrib biasanya ada pasien yang minta dibelikan makanan seperti nasi padang atau martabak," jelas Elsa.

pedagang di samping wisma atlet©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Jika beruntung, dalam satu hari mereka bisa mengantongi uang Rp500.000. Namun jika sepi, tak lebih dari Rp200.000.

pedagang di samping wisma atlet©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Kisah mereka sunyi. Tertutup bunyi sirine ambulans yang hilir mudik ke Wisma Atlet. Mereka mengais rezeki, demi menghidupi keluarga.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP