Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dampak MRT dan LRT, pembatas jalur Transjakarta akan ditiadakan

Dampak MRT dan LRT, pembatas jalur Transjakarta akan ditiadakan Penerobos jalur Transjakarta. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, jalur khusus Transjakarta pada tahun 2020 akan ditiadakan. Hal ini sebagai dampak adanya transportasi massal Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) serta fly over dan underpass yang sudah siap digunakan.

"Bayangan kami di tahun 2020 itu sudah tidak lagi pembatasan seperti ini. Bahkan jalur busway sudah nggak ada lagi, kita akan buka itu," ungkap Djarot di Balai Kota, Selasa (22/8).

Namun Djarot menegaskan, Transjakarta masih tetap menjadi transportasi untuk masyarakat. Hanya saja jalurnya yang tidak lagi menggunakan jalur khusus seperti saat ini.

"Tetap ada jalur, tapi yang kendaraan lain boleh masuk, kenapa? Karena mereka kira dorong masuk kendaraan umum sehingga tidak perlu lagi (jalur khusus Transjakarta)," jelasnya.

Saat ini, Electronic Road Pricing (ERP) akan segera diterapkan dan ini dinilai dapat mengurangi kemacetan di jalan-jalan protokol Ibu Kota. Dengan begitu, masyarakat akan beralih ke transportasi umum.

"Itu bayangan kami, sehingga bila transportasi publik sudah berjalan dengan bagus jalur khusus busway yang ditutup seperti itu akan kita bongkar. Makanya sekarang nggak macet lagi, jadi boleh," terangnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP