Daeng Aziz sebut ada masjid & gereja di kawasan prostitusi Kalijodo
Merdeka.com - Perwakilan warga Kalijodo, mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (15/2). Warga mengadukan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggusur tempat tinggal mereka.
Warga Kalijodo sudah akrab dengan rencana penggusuran. Tapi sejauh ini tak pernah sampai pada eksekusi alias sekadar wacana. Tokoh masyarakat Kalijodo, Abdul Aziz atau akrab disapa Daeng Aziz sudah terbiasa mendengar rencana penggusuran. Pria yang sudah 30 tahun tinggal di kawasan Kalijodo ini mengaku tak pernah mengalami penggusuran.
"Disebut pernah digusur pernah dengar. Penggusuran secara formal belum," ucapnya ketika ditemui di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (15/2).
Daeng menjelaskan warga sudah senyawa dengan kawasan prostitusi Kalijodo. "Mereka di sana hidup dengan suasana Kalijodo. Bagaimana bisa dipindahkan kalau mereka hidup dari sana? Lalu mereka harus tinggal di mana?" tambahnya.
Dia juga menceritakan kerukunan warga di Kalijodo. Dengan gotong royong, warga membangun rumah ibadah tanpa campur tangan pemerintah. "Di sana ada tempat ibadah termasuk masjid dan gereja, itu secara swadaya masyarakat bukan dari pemerintah," ucapnya.
Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menargetkan penertiban kawasan prostitusi Kalijodo selesai bulan ini. Pihaknya bakal kebut pembongkaran tersebut.
Percepatan pembongkaran itu diharapkan selesai sebelum penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Jakarta. KTT OKI sendiri dilangsungkan pada 6-7 Maret 2016.
"Kita lagi lihat dulu apakah mau sebelum jadi tuan rumah OKI atau sesudah (penertiban Kalijodo), saya inginnya sih sebelum jadi tuan rumah, bulan ini harusnya diberesin," kata Ahok. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya