Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita juru potret keliling di Ancol bersaing dengan HP berkamera

Cerita juru potret keliling di Ancol bersaing dengan HP berkamera Tukang foto di Ancol. ©2016 merdeka.com/marselinus gual

Merdeka.com - Liburan tahun baru diharapkan Rudi (29) menjadi hari keberuntungannya. Setidaknya pengunjung kawasan wisata Ancol menggunakan jasanya sebagai juru potret.

Perantauan asal Sumatera ini sejak subuh tadi sudah bersiap dengan kameranya. Berkali-kali ia mondar-mandir menawarkan jasanya kepada para pengunjung.

"Ayo Mbak, Mas. Dua puluh ribu aja," kata Rudi kepada setiap pengujung yang lewat.

Rudi mematok harga Rp 20.000 untuk sekali jepretan dengan ukuran 4r. Untuk satu paket yang berisi 3 foto dengan ukuran yang sama, Rudi menawar dengan harga Rp 50.000.

Rezeki setiap orang memang sudah diatur. Hingga pukul 13.00 WIB, Rudi baru tiga kali memotret orang.

tukang foto di ancol

Ia bercerita, rejeki menjadi juru fotografer memang tidak tentu. Jika hari baik, ia bisa mendapat Rp 500.000 per hari. Namun jika tak mujur ia bahkan tak bisa menggantikan uang tinta yang dibelinya dari toko.

"Untung-untungkan. Tidak sama setiap hari. Kalau rejeki ya segitu kalau tidak malah rugi dobel," kata Rudi ketika berbincang dengan merdeka.com di kawasan wisata Ancol, Jakarta, Jumat (1/1).

Jasa potret Rudi memang harus berjibaku dengan kamera ponsel. Rata-rata pengujung di kawasan wisata Ancol membawa handphone berkamera. Hal inilah yang membuat Rudi harus menelan ludah berkali-kali.

"Pengujung enggan karena mereka bawa handphone. Atau mereka kadang tawar murah pasti kita tidak mau," tutup dia. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP