Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BPJS Kesehatan defisit, rakyat dan rumah sakit jangan dibebani

BPJS Kesehatan defisit, rakyat dan rumah sakit jangan dibebani Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Ramly H Muhammad. ©2018 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami defisit yang berdampak pada operasional RSUD di DKI Jakarta. Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Ramly H Muhammad meminta kepada pihak BPJS Kesehatan agar segera memperbaiki dana-dana yang ada serta berkoordinasi dengan pihak Pemrov DKI.

"Harus perbaiki dana-dana yang ada. Dan tetap berkoordinasi dengan Pemprov DKI," kata Ramly di kantor DPD Partai Golkar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).

Dia juga meminta kepada BPJSK agar tidak membebani rakyat dan rumah sakit. Sehingga rakyat tidak dipaksa-paksa untuk mendapatkan fasilitas yang tidak sepadan.

"Sehingga kita rakyat kita jangan dipaksa-paksa untuk menerima obat hanya dua atau tiga saja. Padahal harus menerima lima obat. Jangan dikurangi," kata Ramly.

Diketahui sebelumnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami defisit yang berdampak pada operasional RSUD di DKI Jakarta. Pemprov DKI akan meminjam uang dari Bank DKI untuk menopang operasional dan obat.

"Para RSUD mengusulkan untuk meminjam uang di Bank DKI. Tapi ini masih perlu surat dari Pak Gubernur," kata Sekda DKI Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (12/9).

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP