Beda pandang Ahok tanggapi mobil murah yang diprotes Jokowi
Merdeka.com - Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan penggunaan mobil murah atau low cost green car (LCGC) . Tapi tak semua daerah menyabut kabar tersebut dengan suka cita.
Terutama Gubernur DKI Joko Widodo. Menurutnya, program itu tak selaras dengan rencana yang digagasnya yakni membebaskan jalanan Jakarta dari macet. Apalagi secara infrastruktur ada peningkatan kapasitas jalan.
Pria yang akbar disapa Jokowi itu menolak apapun alasan pemerintah. Bahkan dia tak masalah untuk penerapan program yang satu ini harus berseberangan dengan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Ahok memiliki sikap abu-abu. Entah karena sungkan, dia antara menolak dan menerima program itu.
Berikut empat pandangan Ahok soal mobil murah yang berseberangan dengan Jokowi.
Ahok sebut mobil murah itu menguntungkan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenurut Ahok, mobil murah dan ramah lingkungan tak membawa dampak negatif untuk Jakarta. Justru memberikan kontribusi untuk UKM."Mobil murah tidak apa-apa, justru menguntungkan. Kita ekspor kan kayak tadi misalkan salah satu perusahaan Korsel dia ekspor saja satu bulan USD 10 juta, ekspor ke Thailand. Ini juga nambahin ekspor kan jadi bahan," kata Ahok di Balai Kota Jakarta.
Ahok sebut Jokowi tolak mobil murah karena PDIP
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAhok yakin sikap Jokowi menolak mobil murah di Jakarta bukan sepenuhnya dari hati. Dia yakin, Jokowi menolak atas perintah partainya, yakni PDI Perjuangan."Kalau pak Jokowi diperintah partainya ke pusat masa dibilang pak Jokowi kompak sama saya," kata Ahok.Ahok juga yakin, mobil murah ramah lingkungan itu tidak menambah polusi di Jakarta."Pemerintah pusat dari dulu inginkan mobil yang ramah lingkungan, yang mau produksi dikasih insentif," tambahnya.
Ahok sebut mobil murah program pemerintah yang tak bisa dilawan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAhok berharap pemerintah daerah mendukung kebijakan pemerintah pusat soal mobil murah. Lalu bagaimana dia harus membujuk Jokowi yang jelas menolak program ini."Kita tentu secara jujur berharap tidak banyak mobil nambah di DKI. Tapi kalau program nasional harus didukung, ya ga bisa dilawan kan," tegas Ahok.Ahok yakin, selama ada sistem pembatasan kendaraan seperti jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP), program mobil murah tak menjadi masalah besar buat Jakarta.
Jokowi tolak mobil murah karena tak dengar penjelasan Wapres
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJokowi langsung melayangkan surat ke Wakil Presiden Boediono soal protesnya atas kebijakan mobil murah yang diterapkan pemerintah pusat. Surat itu pun sudah diterima Wapres.Ahok yang mendukung program mobil murah bertemu dengan Wapres. Dia mengaku sudah dengan penjelasan langsung soal kebijakan mobil itu seperti apa."Pak Jokowi kan belum dengar jawaban pak Wapres. Saya sudah dengar Pak Wapres jelasin," ucap Ahok.Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku Wapres sudah menjawab pertanyaan Jokowi tentang kebijakan mobil murah kepadanya secara lisan. Sedangkan, Jokowi masih menyatakan ketidaksetujuan tentang mobil murah karena belum mendapat balasan surat dari Wapres."Kan pak Gubernur menanyakan ke pak Wapres tapi Wapres belum buat surat. Tapi beliau sudah ngomong secara lisan balas ke saya. Bukan kata pengantar," jelasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya