Bayar TJ, MRT dan LRT Sekarang Bisa Pakai Face Recognition, Begini Caranya
Merdeka.com - Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan metode pembayaran moda angkutan umum Transjakarta, MRT, dan LRT dengan menggunakan face recognition pada Jumat (7/10) lalu. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, warga bisa mendaftar di aplikasi JakLingko untuk menggunakan fitur ini.
"Face recognition itu kita harus daftarkan, jadi direkam. Daftarnya di JakLingko. Daftar, kemudian setelah itu, teridentifikasi. Kita tidak perlu lagi menunjukkan aplikasi (atau) kartu. Cukup dengan face recognition," jelas Syafrin.
Untuk pembayarannya, saldo di aplikasi JakLingko yang sudah terhubung dengan aplikasi keuangan digital akan terpotong. Kemudian, untuk penggunaannya di halte atau stasiun, warga hanya perlu mengedipkan mata di mesin yang disediakan.
"Begitu wajah kita mendekat, kita kedipkan matanya, otomatis akan terbuka karena sudah dikenali oleh sistem. Kan untuk membedakan bahwa itu bukan foto, maka wajah harus gerak atau berkedip," tambah Syafrin.
Menurut Syafrin, metode face recognition ini bisa memudahkan pihaknya menangkap pelaku pelecehan seksual.
"Tentu kita pahami, begitu ada kejadian pelecehan seksual, nah dengan face recognition, maka dengan sangat mudah kita langsung bisa blok sehingga yang bersangkutan masuk lagi, dikenali wajahnya dan otomatis tidak akan bisa mengakses layanan angkutan umum," kata Syafrin.
Meskipun demikian, face recognition hanya baru berlaku di Halte Integrasi CSW dan fitur pendaftaran di aplikasi JakLingko masih disempurnakan.
"Saat ini, sedang dikembangkan untuk kemudian dipasang di seluruh halte dan stasiun dalam rangka implementasi tarif Jaklingko. Saat ini (juga) sedang dipersiapkan perlengkapan dan teknisnya. Nanti akan saya sampaikan dalam 1-2 minggu ke depan," tambah Syafrin.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya