Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Baru dilantik, kadis ini diceramahi soal anggaran & proyek tak jalan

Baru dilantik, kadis ini diceramahi soal anggaran & proyek tak jalan Ahok lantik SKPD. ©2015 merdeka.com/raynaldo ghifari

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, baru saja melantik Teguh Hendarwan sebagai kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta menggantikan Tri Djoko Sri Margianto. Kepada Teguh, pria yang akrab disapa Ahok berpesan agar kerja maksimal karena selama ini Dinas Tata Air masih jauh dari harapan.

Padahal katanya, segala fasilitas pendukung dan konsep penanganan banjir sudah ada, namun realisasinya tidak maksimal. Ahok juga mengeluhkan, buruknya perawatan pompa dan lambannya pengerukan sungai di Jakarta.

"Ini kayak kuliah, untuk perawatan pompa termasuk swakelola alat berat semua. Duit ada, truk ada, ada pengusaha bersedia bayar solar asal operatornya rela pinjemin eskavator," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (3/12).

Selain itu, mantan Politisi Gerindra ini juga mengkritik kinerja Dinas Pekerjaan Umum yang hingga saat ini belum juga membangun tembok di sepanjang Teluk Jakarta. Oleh karena itu, menurutnya, setiap musim hujan, wilayah Jakarta Utara selalu menjadi daerah rawan banjir yang belum diselesaikan.

"Sederhana saja, ini 90 kilometer di utara tidak hujan saja pasti banjir karena air laut naik. Ya tutup tembok. Sampai berapa duit? Rp 15 triliun. Ya kan?" ujarnya kesal.

Mantan Bupati Belitung Timur ini geram karena selama ini Dinas PU terkesan selalu melakukan pemborosan, karena tembok belum dikerjakan tapi anggaran tetap disiapkan. Alhasil, proyek tak jalan, tapi air rob dari laut masih naik dan mengikis serta merusak jalan.

"PU pernah gak tutupin rob laut? Gak perbah. Dibuat sepotong sepotong dimainin terus. Saya enggak mau. Saya perintah cuma itu. Makanya saya perintah sarjana sosial ini. Bekas camat saya bilang suruh ke kontraktor," jelas Ahok.

"Kita pemborosan aja kemarin aja saya sisir dapat Rp 4 triliun kok. Gak ada alasan sebetulnya cuma kalian gak pernah heran jadi anak Jakarta berpuluh puluh tahun banjir rob dari utara anda gak pernah tutup tembok. Maunya apa? Supaya jalannya hancur melulu supaya keluar duit melulu," lanjut orang nomor satu DKI ini.

Jika ada yang beralasan, pembangunan tembok tidak berjalan karena mahalnya harga pasir, Ahok memberikan solusi. Ia mengungkapkan pasir sebenarnya bisa didapatkan dengan gratis dari sungai. Selain itu, ada juga pihak swasta yang sukarela menawarkan untuk meminjamkan alat berat.

"Saya sampai bilang kalau kamu butuh pasir urugannya saya urug dari sungai nih, kiriman banjir dari muara muara kan pasir bagus, delta pasir bagus. Kamu mau gak saya kasih gratis? Ini dari wali kota Timur di BKT. Ada pengusaha bersedia bayar solar asal operatornya rela pinjemin eskavator," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP