Banyak pihak ikut campur, Ahok setop dialog ke warga Kampung Pulo
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku, sudah enggan melakukan pembicaraan dengan warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, terkait penertiban lahan di bantaran sungai tempat mereka tinggal. Sebab, dirinya menyebut terlalu banyak kelompok berkepentingan yang mencoba 'bermain' terkait upaya relokasi warga tersebut.
"Mau ketemu saya boleh saja. Tapi sekarang terlalu banyak kelompok. Makanya saya mau bilang ke mereka, untuk soal pindahin orang itu ada UU yang mengatur," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (11/8/2015).
Ahok mengaku tak akan peduli jika warga Kampung Pulo marah terhadapnya. Kalau pun mereka tak akan memilihnya dalam pilkada mendatang, Ahok juga mengaku tak peduli. Sebab, Ahok menegaskan jika membangun Jakarta itu memang merupakan bentuk pengabdiannya kepada ibu kota negara.
"Mau dukungan 100 persen? Tuhan saja enggak dapat 100 persen kok. Buktinya rumah ibadah banyak yang kosong, yang atheis juga banyak," tukasnya.
Diketahui, rencana normalisasi bantara Kali Ciliwung di sekitar Kampung Pulo, Jakarta Timur, ditanggapi secara beragam dari sejumlah masyarakat Kampung Pulo, yang menginginkan adanya dialog dengan Ahok. Namun, sampai saat ini sudah ada sejumlah pihak yang mengaku sebagai bagian dari warga tersebut, yang meminta sejumlah hal berbeda kepada sang Gubernur DKI tersebut.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya