Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bantahan Bestari disebut-sebut terseret kasus suap proyek reklamasi

Bantahan Bestari disebut-sebut terseret kasus suap proyek reklamasi M Sanusi ditahan KPK. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Ketua Fraksi Partai Nasdem Bestari Barus membenarkan bahwa dirinya sempat ingin melakukan transaksi jual beli mobil Toyota Alphard dari Muhammad Sanusi. Karena dekat sebagai teman, waktu test drive mobil itu pun terbilang lama.

Biasanya, waktu test drive itu tidak sampai seharian. Namun, test drive mobil Alphard itu dilakukan berhari-hari. Bestari menyebut Sanusi memintanya untuk membawa terlebih dahulu untuk test drive.

"Ya enggak begitu lah, kalau dibilang lama kan tergantung, kita kan kawan. Pakai dulu, kalau sudah suka bawa," ujar Bestari di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta (8/4).

Ia pun membantah jika lamanya test drive itu sebagai upaya untuk menutup dugaan suap yang menjerat dirinya. Setelah, ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari PT Agung Podomoro Land, Bestari pun enggan melanjutkan transaksi.

"Daripada kita beli mobil itu, dianggepnya macem-macem. Surat-suratnya juga lama. Akhirnya batal beli," tegas politisi NasDem itu.

Sebelumnya, Bestari mengakui bahwa ia menerima satu unit Toyota Alphard dari Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi. Namun, ia menepis kabar yang menyebut jika mobil tersebut merupakan pemberian secara cuma-cuma dari Sanusi yang kini tengah terjerat kasus suap proyek Reklamasi Teluk Jakarta tersebut.

Bestari menyebut dirinya berniat untuk membeli mobil mewah itu dengan cara menjual mobil Toyota Fortuner miliknya seharga Rp 270 juta dan meminjam uang sebesar Rp 450 juta.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP