Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bantah nistakan agama, Ahok beberkan kebijakan pro umat muslim

Bantah nistakan agama, Ahok beberkan kebijakan pro umat muslim Ahok-Djarot hadiri Maulid Nabi. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Tersangka kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Usai mendengarkan dakwaan, Ahok, sapaan Basuki, langsung membacakan nota keberatannya.

Di tengah pembacaan nota keberatan, Ahok kembali mengaku tidak ada niat menistakan agama Islam saat menyinggung Surah Al Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Kepulauan Seribu dalam kapasitasnya sebagai gubernur DKI Jakarta pada 27 September silam. Dia juga mengklaim tidak ada niatan menyinggung perasaan ulama dan tokoh agama muslim atas ucapannya.

Baginya, Islam bukan hal baru dalam kehidupannya. Terlebih, dia anak angkat seorang muslim yang juga mantan Bupati Bone 1967 – 1969, Andi Amir Baso. Dia bahkan sempat menyinggung bagaimana kasih sayang kedua orangtuanya itu meski berbeda kepercayaan dengan dirinya.

"Ibu angkat saya selalu berdoa dan berkata pada saya dan masih terus saya ingat, kata beliau 'Saya tidak rela mati sebelum kamu jadi gubernur anakku. Jadilah gubernur yang layani rakyat kecil' ternyata Tuhan kabulkan doa ibu angkat saya," kata Ahok, Selasa (13/12).

Pesan itu disampaikan ibu angkatnya jelang pemungutan suara Pilgub DKI 2012. Saat itu, katanya, meski sedang sakit tetap memberikan dukungan.

"Beliau berpulang tanggal 16 Oktober 2014, setelah ada kepastian Pak Jokowi jadi Presiden dan saya sebagai gubernur gantikan Pak Jokowi. Pesan ibu angkat saya selalu saya camkan dalam menjalani tugas sebagai gubernur," katanya dengan suara bergetar.

Ahok kemudian membeberkan sumbangsih yang dia pernah dia lakukan baik secara pribadi ataupun saat menjadi wakil rakyat dan kepala daerah di Belitung Timur, untuk umat Muslim di sana. Mulai dari menyumbang dan membangun masjid-masjid, surau dan pesantren, menghajikan marbot, guru ngaji, pengurus makam, serta berzakat. Hal itu, diklaimnya terus dilakukan sampai dirinya menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

"Ketika saya jadi gubernur DKI Jakarta saya buat banyak kegiatan agar PNS bisa pulang lebih awal selama Ramadan, agar bisa berbuka dengan keluarga di rumah, tarawih. Saya juga igin balai kota punya masjid megah maka dibangunlah masjid Al Fatah. Di semua rumah susun yang dibangun pemda, juga dibangun masjid, bahkan di Daan Mogot kami bangun masjid terbesar agar tampung warga rusun tersebut, kami terus bangun masjid, dengan cara beli lahan yang ada di sekitar rusun."

"Saya berharap bisa laksanakan amanah untuk dilanjutkan sebagai gubernur untuk makmurkan rakyat khususnya umat Islam di Jakarta dapat terwujud," sambung dia.

Dia kemudian menceritakan bagaimana besarnya dukungan Gus Dur, tokoh Nahdlatul Ulama, agar dirinya menjadi kepala daerah saat di Belitung Timur. Di akhir nota keberatannya, Ahok memohon pada majelis hakim untuk mempertimbangkan.

"Saya tidak mungkin punya niat menistakan agama Islam, punya niat menghina ulama. Karena itu sama dengan menghina orang yang saya sayangi. Tapi kenyataan yang sungguh terjadi, saya harap penjelasan saya ini buktikan tidak ada niat saya untuk lakukan penistaan terhadap umat Islam, dan penghinaan terhadap ulama. Saya mohon agar majelis hakim dapat pertimbangkan nota keberatan saya ini, dan selanjutnya menyatakan dakwaan JPU batal demi hukum, dan saya dapat kembali melayani warga Jakarta dan bangun kota jakarta," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP