Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banjir rendam Kelapa Gading, para sopir angkot menjerit

Banjir rendam Kelapa Gading, para sopir angkot menjerit Banjir Jakarta. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Banjir yang merendam kawasan elit Kelapa Gading Jakarta Utara setinggi 10-20 cm, membuat puluhan para sopir angkutan perkotaan (angkot) yang biasa beroperasi di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara harus menelan pil pahit, akibat lalu lintas tidak bisa dilintasi. Para penumpang memilih keluar dari angkot dan beralih ke armada milik petugas Polri, Satpol PP dan TNI untuk mengantarnya ke kantor.

Seperti yang diungkapkan Syefi (30), sopir angkot 04 Jurusan Goro-Kelapa Gading ini, dirinya mengaku biasa mendapatkan uang Rp 140-150 ribu. Namun hingga pukul 11.30 WIB dirinya baru mendapatkan Rp 80 ribu.

"Bagaimana mau dapat sewa (penumpang), lah para penumpangnya aja beralih ke mobil petugas yang gratis," kata Syefi, Jumat (23/1).

Syefi mengatakan, setiap hari ia diwajibkan membayar uang setoran sebesar Rp 150.000 ke pemilik angkot. Namun melihat pendapatannya menurun saat ini, ia pun terpaksa hanya bisa memberi setoran sekira Rp 100.000.

Tidak berbeda jauh dengan Syefi, sopir angkot lainnya, Anton (42), memilih untuk pindah lokasi mencari penumpang.

"Kalau di bundaran Kelapa Gading enggak bisa dilalui, ya sudah saya cari objekan (penumpang) di Jalan Boulevard Raya saja. Di sana kan tidak terkena banjir," kata Anton.

Sementara itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0502 Jakarta Utara, Letkol Arm Stefie Jantje Nuhujanan menyediakan 5-7 truk untuk mengangkut para warga yang hendak berkantor di seputar Kelapa Gading dan sekitarnya.

"Kami memang menyediakan truk untuk mengangkut para warga yang berkantor di sekitar Kelapa Gading. Para warga juga banyak yang menitipkan motornya di Markas Kodim 0502," tandasnya.

(mdk/gib)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP