Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bang Djarot dilantik jadi wagub, mau dibawa kemana DKI?

Bang Djarot dilantik jadi wagub, mau dibawa kemana DKI? Djarot Syaiful Hidayat. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Djarot Saiful Hidayat segera dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta hari ini. Pelantikan langsung dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Agung, pada pukul 13.00 WIB.

Bila melihat ke belakang, proses pemilihan wagub DKI ini begitu rumit. Banyak ketegangan yang terjadi antara Ahok, sapaan Basuki, dan DPRD DKI.

Tapi akhirnya, sepekan lalu Ahok memutuskan menyetor nama bekas wali kota Blitar itu ke Presiden Joko Widodo melalui Kemendagri. Mendapatkan kehormatan ini, Djarot mengaku akan bekerja maksimal.

Dia sudah menyiapkan sejumlah program dan siap menjembatani konflik antara Ahok dan DPRD DKI. Dia pun sudah bertatap muka dengan beberapa SKPD yang tujuannya untuk menjelaskan seperti apa konsep pembangunan DKI impiannya.

Berikut janji pria berkumis ini untuk pembangunan Jakarta tiga tahun ke depan:

Ingin Jakarta lebih kreatif dan inovasi

lebih kreatif dan inovasi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Berbagai persoalan di Jakarta membuah pejabat hingga warga mulai putus asa membenahi masalah di DKI. Persoalan macet, banjir dan kemiskinan dianggap sulit dituntaskan dalam jangka pendek.Buat Djarot, kondisi seperti ini jangan lantas mematikan kreativitas untuk membuat Jakarta lebih baik."Saya tidak ingin kita semua di Jakarta tiap hari kena kemacetan seperti ini. Biarkan macet lalu lintas seperti itu, tapi yang paling penting pola pikir kita tidak macet, kreativitas tidak macet inovasi kita tidak macet, ini yang paling penting," kata Djarot.

Jakarta mulai lupakan keramahan pasar tradisional

lupakan keramahan pasar tradisional rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Djarot senang Jakarta sebagai ibu kota tak kalah dengan kota-kota metropolitan di dunia. Tapi dia berharap apa yang jadi ciri khas masyarakat Indonesia tak ditinggal.Dia mengambil contoh keberadaan tradisional yang mulai ditinggalkan konsumennya karena kalah saing dengan pasar modern. Dia siap merevitalisasi pasar-pasar itu."Bagaimana kita bisa bikin pasar tradisional nyaman, aman bersih, semacam fresh market. Karena apa, karena di pasar itu ada sesuatu yang unik. Apa yang unik itu, ada interaksi sosial, ada proses dialog, manusia tidak dianggap seperti mesin. Kalau kamu ke mal, ke supermarket harga sudah fix semua, tapi di pasar timbul suasana kebatinan, pasti ada tawar menawar, ada hubungan itu, ini yang akan diterapkan di Jakarta, supaya masyarakat di Jakarta tidak seperti robot, tidak mengeras," terangnya.

Tak bosan dialog dengan warga

dialog dengan warga rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Djarot yakin bertatap muka dengan warga yang kesulitan akan membuat suatu persoalan cepat ditemukan solusinya. Itu pula yang akan dilakukan politikus PDIP itu."Akan membuka dialog," kata Djarot.Djarot sendiri sudah ditunjuk Ahok untuk menggantikan kebiasaan Jokowi saat menjadi gubernur yakni blusukan."Kalau Pak Djarot enggak masalah nanti kulitnya jadi item, ya enggak apa-apa, blusukan aja," kata Ahok.

Buat Jakarta lebih hijau, janji tambah 5 persen RTH

lebih hijau janji tambah 5 persen rth rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Slah satu fokus kerja Djarot tiga tahun ke depan, adalah memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH). Dia punya keyakinan, bila RTH bertambah maka daerah resapan air semakin maksimal dan banjir di Jakarta semakin berkurang."Ya penyangganya kan Ruang Taman Hijau," kata Djarot.Menurut Djarot, saat ini ruang terbuka hijau yang ada di Jakarta baru 10 persen dari target 30 persen. Karena itulah, dia optimis bisa menambah 5 persen lagi RTH di Jakarta selama memimpin DKI."Kami harapkan ditambah 5 persen lagi ya soalnya di Jakarta kan langka," ujarnya.Dijelaskannya, penambahan RTH tidak sekadar memperbanyak taman-taman di Jakarta. Cara lain yang bisa dicoba, mengganti lahan parkir dengan paving block agar pori-pori tanah itu terbuka dan air bisa terserap."Saya sudah sampaikan, nanti kita instruksikan, untuk tempat-tempat parkir yang ada di instansi, di mal dan lain sebagainya. Kita ganti dengan paving block atau con block," jelasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP