Ayah Mirna harap pembunuh anaknya dihukum setimpal
Merdeka.com - Kematian Wayan Mirna Salihin (27) hingga saat ini masih belum terpecahkan. Mirna meregang nyawa usai menenggak es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia beberapa pekan lalu.
Hasil penyelidikan kepolisian, terdapat kandungan racun sianida di dalam es kopi yang diminum Mirna. Racun tersebut cukup mematikan.
Keluarga pun berharap pelaku pembunuh Mirna mendapatkan hukuman yang setimpal, bahkan dihukum mati."Hukuman mati? Ya bagus dong pelaku yang dihukum seharusnya, kan bunuh orang, pantes banget kali," ujar ayah Mirna, Darmawan Salihin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/1).
Di depan awak media, Darmawan pun mengenang hubungannya dengan Mirna. "Hubungan kami sangat baik. Laiknya ayah dan anak," kata Darmawan.
"Hubungan sama suami (Arief) juga baik sekali. Saya sangat senang," tambahnya.
Darmawan pun menuturkan sedikit perjalanan kisah cinta anaknya dengan sang menantu. Arief dan Mirna bertemu di negeri Kanguru, Australia.
"Di Australia kan anak-anak sekolah di sana. Arief di Melbourne dan Mirna di Sydney, terus mereka bertemu. Biasa anak-anak," tandasnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya