APBD DKI 2016 disepakati sebesar Rp 66 triliun
Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta beserta Pemprov menyepakati Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD) 2016 sebesar Rp 66 triliun. Nantinya, penyusunan RAPBD akan dilakukan pada Jumat (20/11) besok.
Ketua Banggar DPRD DKI Jakarta M. Taufik mengungkapkan esok, pihaknya akan melakukan MoU atau Nota kesepahaman Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
"Jumat MoU. Itu jadi dasar penyusunan RAPBD, asal jangan cerewet Ahok-nya," ujar Taufik di gedung DPRD DKI Jakarta,Jakarta Pusat, Kamis (19/11).
Selanjutnya, tambah Taufik, pihaknya akan menjadwalkan paripurna penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2016 akan dilakukan pada Senin, (30/11) mendatang.
"Senin paripurna penyampaian RAPBD 2016. Kan yang diusulkan pertama Rp 73 trilun, lalu dipangkas menjadi Rp 62 triliun dan ditambah dari pusat Rp 3,7 triliun menjadi Rp66 triliun. Nah sekarang lagi penyesuaian nih kegiatanya. Kalau prioritas seperti pendidikan, banjir, macet dan kesehatan udah ga diganggu gugat," ungkapnya.
Politisi Gerindra ini juga menyampaikan alasan mengapa APBD DKI Jakarta 2016 menurun dari tahun sebelumnya yaitu sekitar Rp 69.28 triliun. Alasannya adalah karena situasi ekonomi Indonesia yang belum pulih.
"Namanya anggaran kan ada pembahasan, gimana mau naik di situasi ekonomi seperti ini. Pajak lampu jalan mau naikkin, kan yang bayar rakyat, itu tagihan listrik PJU, kita enggak mau. Pemerintah pusat saja sadar income kurang, jadi wajar kalau turun. Turun juga enggak kiamat," tutupnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya