Anies Sebut Tarif MRT Diumumkan Senin
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengumumkan tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Senin, 25 Maret 2019. Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jumat (22/3).
"Senin akan ada Rapimgab. Insya Allah ditetapkan pada saat itu ditetapkan (tarif)," kata Anies.
Anies mengatakan, besaran tarif akan disesuaikan dengan jarak tempuh pengguna. Penumpang dikenakan Rp 1.000 per-kilometer. Angka itu nanti menjadi tabel harga.
"Dari Stasiun Lebak Bulus, kemudian sampai Stasiun Blok M itu berapa. Dari Stasiun Senayan misalnya sampai Bundaran HI berapa. Harganya nanti antarstasiun. Kalau dirata-rata total itu Rp 10.000," ucap dia.
Dia menjelaskan, Moda Raya Terpadu (MRT) sampai dengan tanggal 31 Maret 2019 masih beroperasi secara nonkomersial. Itu artinya warga bisa menaiki secara cuma-cuma.
"Ini bukan fase uji coba. Uji cobanya sudah selesai bulan lalu. Ini adalah fase operasi nonkomersial," katanya.
Setelah itu berakhir, pengguna akan dikenakan tarif. Anies mengatakan, dalam pelaksanaannya nanti hampir mirip dengan Transjakarta.
"Masyarakat nanti menerima kartu seperti juga kalau naik bus Transjakarta dan kartu itu Jak Lingko, nanti akan didebet dikurangi. Jadi cara pelaksanaannya seperti itu," terang dia.
Menurut dia, usulan tarif gratis bagi warga DKI Jakarta sulit diterapkan.
"Tidak (gratis). Mari kita semuanya berbagi. Ini semua adalah fasilitas yang dimanfaatkan, ada subsidinya dan itu semuanya nanti berbayar," tandas dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya