Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies minta pejabat yang dicopot 'ojo gumunan, ojo kagetan'

Anies minta pejabat yang dicopot 'ojo gumunan, ojo kagetan' Gubernur Anies Baswedan rombak wali kota di Jakarta. ©Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta angkat bicara terkait pencopotan wali kota yang kini menjadi polemik. Dia mengatakan, perombakan di setiap organisasi adalah hal yang wajar sehingga para pejabat seharusnya tidak perlu heran.

"Hal yang pasti akan terjadi dalam sebuah organisasi apalagi dalam organisasi sebesar Pemprov DKI. Jadi bukan barang baru karena itu tidak perlu kaget, tidak perlu heran, ojo gumunan, ojo kagetan. Karena ini normal saja dalam sebuah organisasi," katanya di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/7).

Dia memastikan perombakan pada 5 Juli itu sudah melalui proses panitia seleksi. "Prosesnya itu juga ketika melakukan rotasi, promosi, gubernur dibantu oleh panitia seleksi itu mulai dengan membuat panitia rotasi dan mutasi, keputusan gubernur nomor 1012 tanggal 8 Juni 2018. Dari panitia rotasi ini kemudian dan Kepgubnya ini kita kirimkan kepada semua," jelasnya.

Menjawab tudingan bahwa pejabat yang dicopot kini tidak mendapat posisi, Anies menyebut pejabat yang dimutasi akan ditempatkan di BPSDM.

"Mereka ditempatkan sebagai staf di BPSDM, semuanya kecuali yang sudah diatas 58 tahun, karena PNS itu pensiun di usia 58, kecuali jika menjabat," ungkapnya.

Para PNS, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan, memasuki pensiun pada usia 58 tahun, sedangkan bagi yang masih menjabat dibolehkan hingga usia 60 tahun. Diketahui, beberapa wali kota sempat protes lantaran usianya 58 tahun namun sudah dicopot dan dipensiunkan Anies.

"Kan eselon itu posisi. Kalau dia tidak dalam posisi itu, tidak bisa (jabat hingga usia 60)," tutupnya.

Reporter: Delvira HutabaratSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP