Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies Disarankan Lakukan Pendekatan ke PKL Terdampak Revitalisasi Trotoar

Anies Disarankan Lakukan Pendekatan ke PKL Terdampak Revitalisasi Trotoar Gubernur Anies Membuka Jakarta Art Week. ©2019 Merdeka.com/Paquta Laksmi/ magang

Merdeka.com - Rencana revitalisasi trotoar yang akan dilakukan Dinas Bina Marga mulai tahun ini sampai 2020 mendatang dikhawatirkan akan menghilangkan mata pencaharian para PKL dan munculnya gejolak sosial. Sebelum revitalisasi dilakukan, harus disiapkan solusi terbaik bagi para PKL.

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana menyarankan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pendekatan humanis kepada para PKL. Sehingga harus ada solusi terbaik bagi para PKL yang akan terdampak program revitalisasi.

"Sebelum adanya revitalisasi itu Pemprov harus melakukan pendekatan humanis kepada mereka (PKL) bahwa tempat ini akan direvitalisasi, menyadarkan mereka bahwa selama ini ada pelanggaran dan tentunya pada saat sosialisasi tersebut sudah ada solusi jangka pendek yang disediakan oleh Pemprov DKI terkait dengan keberadaan PKL," jelasnya, Rabu (28/8).

Kendati mendukung rencana revitalisasi ini, dia mengungkapkan, pihaknya tetap mendorong ekonomi kerakyatan. Pihaknya tidak ingin dengan revitalisasi ini akan berdampak terhadap PKL. Sebanyak 31 trotoar akan direvitalisasi. Khususnya trotoar yang terintegrasi dengan moda transportasi umum seperti KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta.

"Kami tentunya sepakat dengan revitalisasi ini. Dan kami juga mendorong agar Pak Anies ini, gubernur mencari solusi yang kreatif bagaimana membina, menata PKL ini. Kami juga dari PSI mencari solusi terbaik nih agar PKL ini bisa ditata dengan baik, tidak mengganggu kepentingan yang lebih luas," jelasnya.

William menambahkan selama ini kepentingan pejalan kaki kerap dikorbankan dengan banyaknya PKL yang berjualan di trotoar. Karena itulah pihaknya setuju dengan rencana ini karena akan mengembalikan fungsi trotoar yang dikhususkan bagi pejalan kaki.

"Jadi kami sikapnya adalah kami ingin mementingkan kepentingan yang lebih luas, yaitu kepentingan pejalan kaki. Jangan sampai orang berdagang di situ sehingga kepentingan pejalan kaki yang selama ini terus dikorbankan, akhirnya bisa dikembalikan hak itu kepada pejalan kaki," pungkasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP