Anies Baswedan Ungkap Enam Pembahasan di G20
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan ada enam pembahasan penting yang menjadi fokus pemimpin kota yang tergabung dalam U20. Pembahasan itu yang akan disampaikan kepada pemimpin negara yang tergabung dalam G20.
"6 (pembahasan) ini yang akan dibahas pada working level di tingkat teknis, kemudian menjadi rekomendasi-rekomendasi dalam pertemuan mayor summit, diserahkan kepada presidensi G20," katanya dikutip melalui akun Youtube Humas Jabar, Kamis (24/2).
Pembahasan pertama, pimpinan kota sepakat bahwa pemulihan ekonomi usai mengalami pandemi Covid-19 merupakan tema penting untuk dibahas lebih lanjut di tingkat G20.
Sebab menurut Anies, pemulihan ekonomi diharuskan dapat dirasakan secara merata bagi tingkat pelaku usaha skala mikro.
"Pemulihan ekonomi untuk semua, memastikan yang mikro yang ultra mikro terbawa," ujarnya.
Selanjutnya, dia menyinggung tentang kawasan perkotaan sebagai pembahasan kedua. Sebagai pemimpin kota, dia mengamini bahwa masyarakat di seluruh dunia akan memadati perkotaan.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berujar, di Indonesia prediksi masyarakat tinggal di perkotaan mencapai 75 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Meningkatnya populasi di perkotaan, imbuhnya, akan selaras dengan kebutuhan hunian.
Dia mengatakan, di tingkat U20, pembahasan tentang pengembangan hunian agar masyarakat tetap produktif, perlu diimbangi dengan biaya yang terjangkau.
"Jadi Pemukiman yang terjangkau pemukiman yang berkualitas itu menjadi agenda," imbuhnya.
Pembahasan ketiga adalah energi terbarukan. Sama haknya dengan kebutuhan hunian di perkotaan. Anies berpandangan, pemakaian energi di kota sangat tinggi.
Keempat, mobilitas penduduk. Pengaturan mobilitas penduduk menurut Anies perlu diintervensi oleh pemerintah dengan cara menyediakan sarana transportasi publik yang nyaman.
Pembahasan kelima dan keenam yaitu kesehatan mental dan pekerjaan di masa depan.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, dalam G20, salah satu isu yang dibahas adalah pemulihan ekonomi melalui dimensi ekonomi digital. Ia menyebut sudah mulai memanfaatkan teknologi tersebut dalam hal produksi hingga reformasi birokrasi.
Menurutnya, dengan beragam potensi yang dimiliki, Provinsi Jawa Barat termasuk para pemangku kebijakan dan stakeholder lain di dalamnya merupakan salah satu representasi yang tepat untuk ambil bagian dan meramu gagasan bersama dalam forum U20.
Ditambah, Indonesia mendapat sorotan positif dari beberapa negara dunia karena diprediksi akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia pada 2045 karena dukungan bonus demografi. Saat ini, Indonesia berada di peringkat 16 di antara negara-negara G20.
“Hal ini menjadi tulang punggung bagi ekonomi saat ini dan masa depan yang memungkinkan terjadinya koneksi desa-kota melalui transformasi digital,” katanya.
Ia berharap, momentum presidensi G20 bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat indonesia khususnya anak muda untuk memberikan saran untuk dibahas dan menjadi kebijakan oleh berbagai negara.
“Kapan lagi orang Indonesia bisa mempengaruhi kebijakan dunia melalui presidensi,” terang dia.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya