Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies Baswedan: Stunting dan Obesitas Sama-Sama Persoalan Ekstrem

Anies Baswedan: Stunting dan Obesitas Sama-Sama Persoalan Ekstrem Anies Baswedan. ©2022 Antara

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan masalah kurang gizi kronis dengan tubuh pendek pada balita atau stunting dan obesitas merupakan persoalan yang sama-sama ekstrem. Sehingga, dia mengungkapkan, penanganannya membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Masalah gizi terutama 'stunting' dan 'obesitas' merupakan tanggung jawab semua pihak, lintas program dan lintas sektoral,” katanya saat hadir pada peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 secara virtual di Jakarta, Jumat (28/1).

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi pembinaan, pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut atas semua kebijakan dan program yang dapat mengintervensi dua persoalan itu. Pemprov DKI juga ikut mengoordinasi pelibatan institusi non-pemerintah untuk mendukung aksi percepatan pencegahan stunting dan obesitas.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Rudatin mengingatkan, ahli gizi di Jakarta yang tersebar di seluruh Puskesmas untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat, dari level Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) hingga keluarga.

Ia menyebut, selain masalah stunting di Indonesia, masalah obesitas di Jakarta tercatat paling tinggi di tengah pandemi Covid-19, meski ia tidak menyebutkan detail jumlah angka obesitas di Jakarta saat ini.

“Di DKI angka obesitas anak-anak sangat tinggi. Jadi, yang paling tinggi di DKI adalah kondisi tidak seimbang di anak-anak, satu sisi stunting, wasting, kurus, dan di sisi lain obesitas, mungkin dikarenakan kurangnya pengetahuan,” jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Kementerian Kesehatan melalui buletin Situasi Stunting di Indonesia mencatat proporsi stunting pada balita di Tanah Air berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita di Indonesia (SSGBI) tahun 2019 yaitu sebesar 27,67 persen. Dari total persentase tersebut, proporsi stunting pada balita di DKI Jakarta pada 2019 mencapai 19,96 persen.

Realisasi angka tersebut masih jauh dibandingkan Provinsi Bali dengan angka paling rendah mencapai 14,42 persen dan Kepulauan Riau 16,82 persen.

Sedangkan angka obesitas atau kegemukan di DKI Jakarta berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mencatat prevalensi gemuk pada balita di DKI Jakarta mencapai 11,7 persen dan tertinggi di Lampung 21,4 persen dan terendah di NTB sebesar 8,5 persen.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP