Anies Baswedan: Pasar dan KRL Jadi Tempat Penularan Tertinggi Covid-19
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB transisi untuk 14 hari ke depan. Ada dua lokasi yang bakal diperketat untuk menekan penyebaran Covid-19.
Anies menjelaskan, dua area utama tersebut yakni Pasar dan KRL. Dua tempat ini disebut menjadi penularan terbesar dalam evaluasi yang dilakukan dua minggu belakangan.
"Dua area utama yang sering menjadi tempat utama penularan pertama adalah pasar. Ada 19 pasar yang sempat ditutup dalam periode 1 bulan ke depan. Unsur TNI-Polisi, ASN akan diterjunkan untuk mengawasi secara ketat pasar-pasar di DKI Jakarta," kata Anies di Balaikota, Jakarta, Rabu (1/7).
Anies melanjutkan, ada 153 pasar yang dikelola Pemprov DKI. Sementara 150 pasar sifatnya berbasis komunitas bukan dikelola institusi pasar jaya. Sehingga total ada 300-an pasar yang ada di ibu kota.
“Ini akan dilakukan pengawasan ketat operasinya akan dikembalikan normal, ganjil genap akan ditiadakan, tetapi jumlah orang masuk pasar akan dikendalikan,” jelas Anies.
Jumlah orang yang masuk di pasar tidak boleh melebihi 50 persen nantinya dari kapasitas di pasar. Implementasi di lapangan bakal dikendalikan petugas yang berjaga di pintu masuk.Anies melanjutkan, tempat selanjutnya yang bakal diperketat adalah operasional KRL. Pemprov DKI telah bekerja sama dengan KCI untuk mengendalikan operasi KRL untuk menekan angka penularan.
"KRL akan bekerja sama dengan KCI untuk bisa memantau pengaturan penumpang di KRL. Dua ini dalam 14 hari ke depan akan menjadi fokus pengendalian tempat-tempat lain relatif terkendali, baik pengelolaannya maupun pengunjungnya, perkantoran, pertokoan, kemudian juga kendaraan umum MRT relatif terkendali. Pasar dan KRL masih menjadi PR untuk dituntaskan."
"Jadi kesimpulan tadi secara umum kita perpanjang 14 hari lalu akan ada pengendalian di 2 wilayah itu," tutup Anies.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya