Anies Baswedan Minta MRT Siapkan Perpustakaan di Stasiun
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta kepada PT MRT Jakarta agar menyediakan peminjaman buku di setiap stasiun. Buku ini bisa dipinjam para pengguna MRT dan dibaca sepanjang perjalanan.
Buku ini kemudian wajib dikembalikan setelah sampai di stasiun tujuan. Anies mengatakan ruang-ruang publik atau ruang ketiga akan dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan minat baca masyarakat.
"Jadi saya minta di semua stasiun MRT disiapkan tempat perpustakaan. Bukan perpus besar ya tapi rak-rak buku di mana penumpang bisa mengambil buku untuk dibaca lalu bisa dibaca sepanjang stasiun. Nanti bisa dikembalikan di stasiun tempat dia akan turun," jelasnya usai membuka pemeran buku internasional atau IIBF di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (4/9).
Anies ingin perpustakaan ini bisa tersedia tahun ini. Program ini, menurutnya, bisa menjadi rencana strategis untuk merangsang kebiasaan membaca.
Dia juga menginstruksikan semua sekolah agar mewajibkan para siswanya membaca selama 15 menit setiap pagi sebelum memulai pelajaran. Jika dibiasakan, maka membaca buku akan menjadi kebiasaan. Kebijakan ini dulunya pernah diterapkan saat masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
"Baca apa saja, jangan baca ditentukan gurunya. Tapi baca pilih sendiri bukunya. Boleh dari perpustakaan, boleh dari rumah, tapi setiap anak 15 menit membaca, apa saja dibaca. Tujuannya membuat membaca menjadi kebiasaan. Dimulai dengan diajarkan, didisiplinkan, dibiasakan sehingga dia bisa menjadi kebiasaan lalu menjadi kebudayaan. Lalu jadi adab yang kita sebut peradaban," pungkasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya