Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies Baswedan Minta Dokter Gunakan Bahasa Awam yang Mudah Dimengerti

Anies Baswedan Minta Dokter Gunakan Bahasa Awam yang Mudah Dimengerti anies baswedan dan adhib khumaidi. ©2022 Merdeka.com/alma fikhasari

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri acara International Code of Medical Ethics (ICoME). Acara tersebut digelar IDI bekerja sama dengan World Medical Association atau Asosiasi Dokter Medis Sedunia.

Dalam acara tersebut, Anies mengusulkan agar para dokter di seluruh dunia dapat menyampaikan informasi yang mudah dipahami atau dimengerti oleh masyarakat awam.

Berita terbaru Anies Baswedan selengkapnya di Liputan6.com

Hal itu, seiring dengan pandemi Covid-19 yang terjadi dalam dua tahun terakhir. Banyak masyarakat awam terkait pandemi hingga banyaknya berita bohong atau hoaks yang membutuhkan penjelasan dari dokter secara rinci.

Sebab, dokter merupakan garda terdepan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan.

"Karena itu saya mengusulkan kepada semua untuk memberikan porsi komunikasi sebagai bagian yang harus dimiliki oleh mereka-mereka di dalam dunia medis," kata Anies, dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (4/7).

Apalagi, saat ini transformasi digital yang begitu pesat menyebabkan penyebaran berita bohong atau hoaks sangat mudah didapatkan oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Anies berharap, para dokter mampu menjelaskan informasi dan memberikan edukasi secara detail dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

"Karena itu penting sekali untuk bisa menyampaikan materi-materi yang terkait dengan ilmu kedokteran dalam bahasa yang sederhana, bahasa yang populer, dengan diksi-diksi yang sangat teknis yang sesama dokter bisa berkomunikasi tapi dengan masyarakat awam itu berbeda. Mudah-mudahan ini menjadi menjadi bagian dari perhatian," ucapnya.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) bersama World Medical Association (Asosiasi Dokter Sedunia) menyelenggarakan International Code of Medical Ethics (ICoME).

IDI bekerja sama dengan World Medical Association atau Asosiasi Dokter Medis Sedunia. Yang digelar di Pullman Hotel, Jakarta Pusat ini akan dilangsungkan selama dua hari yaitu 4-5 Juli 2022.

Agenda utama dari kegiatan ini adalah diskusi bagaimana dunia melakukan standarisasi etik kedokteran yang disesuaikan dengan kondisi masa kini dengan tema ”How Indonesian Medical Association (Ikatan Dokter Indonesia) and Worldwide Medical Organizations Standardize Medical Ethics and Professionalism”.

"Ini bukan mengubah, tapi ini mereview dari International medical ethic di mana dalam kaitannya dengan perkembangan yang saat ini sehingga review itu dalam konteks bahwa medical code ethic ini adalah satu bagian dari profesi kedokteran. Karena ini menjadi satu pagar, satu hal yang sangat penting karena kita punya pertanggungjawaban profesi sebagai dokter sebagai manusia dan yang utamanya untuk melindungi pasien," kata Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi.

Turut hadir pula Wakil Menteri Kesehatan RI Dr Dante Saksono Harbuwono, Ketua Umum PB IDI Dr M Adib Khumaidi, Ketua Simposium WMA Jakarta Dr Pukovisa Prawiroharjo, Sekjen World Medical Association Dr Otmar Kloiber, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Inisiator Revisi Kode Etik Kedokteran Internasional dr Ramin Parsa-Parsi.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP