Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies Baswedan Beri Dua Opsi untuk Masyarakat Sikapi PPKM Darurat

Anies Baswedan Beri Dua Opsi untuk Masyarakat Sikapi PPKM Darurat Jakarta lengang di hari pertama PPKM Darurat. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya untuk mematuhi dan ikut melaksanakan kebijakan PPKM Darurat. Keberhasilan upaya menekan penyebaran Covid-19 juga tergantung masyarakat menyikapinya.

"Ada satu hal penting, kita ingin ini cepat selesai atau ingin lama selesai? Kalau ingin cepat selesai semua bertahan di rumah. Kalau mau lama selesainya maka kita semua bergerak keluar, pasti akan lama selesainya," kata dia di Jalan Raya Bogor.

Anies bersama Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya meninjau pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di beberapa lokasi, Minggu (4/7).

"Saya harap kita semua menyadari ini masa yang sulit yang sedang kita hadapi bisa 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, 8 minggu. Sangat tergantung pada kecepatan kita," ujar dia.

Lantas Anies menyinggung salah satu negara yang menerapkan pembatasan aktivitas sampai 10 pekan. Anies tak menyebut secara detail negara yang dimaksud. Anies hanya mengatakan, negara tersebut kini telah hidup normal seperti sediakala.

"Di negara lain ada sampe 10 season atau 9 Minggu baru kembali kepada situasi normal," jelasnya.

Karena itu, Anies meminta masyarakat mematuhi kebijakan PPKM Darurat. Salah satunya dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kita berharap ini bisa cepat kalau cepat mari kita sama-sama kompak untuk memilih berada di rumah mengurangi kegiatan di luar dan mengizinkan hanya mereka yang sektor esensial dan sektor kritikal yang berkegiatan," ucap dia.

Misi Menyelamatkan Warga

Anies menambahkan, kebijakan PPKM bukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di DKI Jakarta. Anies menyebut, ini adalah strategi untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Ini adalah usaha untuk menyelamatkan. Ini bukan untuk mengosongkan jalan-jalan di Jakarta. Ini adalah untuk menyelamatkan kita semua, menyelamatkan anda, keluarga anda, menyelamatkan keluarga kita semua," papar Anies.

Mantan Mendikbud ini mengatakan, kehadiran TNI dan Polri serta Dinas Perhubungan di beberapa ruas jalan bukanlah sedang mengatur arus lalu lintas. Tapi, lebih dari itu.

"Jadi ketika melihat ada pembatasan jalan jalan. Ini bukan sedang mengatur arus lalu lintas. Ini sedang menyelamatkan kita semua untuk ayo tetap berada di rumah kecuali ada tugas di sektor esensial dan sektor kritikal," tutup Anies.

Reporter: Ady AnugrahadiSumber: Liputan6.com

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP